Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Relasi Gender dalam Fenomena Perceraian Pasca Kenaikan Status Ekonomi menurut Perspektif Keadilan dan Etika Hukum Islam Hendriyanto, Hendriyanto; Kamsiah, Kamsiah; Sugianto, Ilwan; Zanky, Abdurrahman; Anam, Khurul
Al-Mizan Vol 12 No 2 (2025): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiam.v12i2.1129

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika relasi gender dalam fenomena perceraian pasca kenaikan status ekonomi salah satu pasangan, terutama ketika istri atau suami mengalami peningkatan status sosial melalui kelulusan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Fenomena ini menunjukkan terjadinya pergeseran nilai dalam rumah tangga modern, dari orientasi kebersamaan dan tanggung jawab kolektif menuju orientasi individualistik dan materialistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif keadilan dan etika hukum Islam dengan teori relasi gender dalam sosiologi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan status ekonomi dapat menimbulkan ketimpangan peran dan kekuasaan dalam rumah tangga, yang pada akhirnya memicu konflik emosional dan spiritual. Dalam perspektif hukum Islam, keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (maslahah), dan penghormatan terhadap martabat manusia (karāmah insāniyyah) merupakan landasan etis dalam menjaga harmoni keluarga. Oleh karena itu, perceraian yang terjadi karena perubahan status sosial perlu dilihat tidak hanya sebagai kegagalan relasi, tetapi juga sebagai cerminan lemahnya internalisasi nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah dalam kehidupan rumah tangga modern.
Implementasi Nilai Mu'asyaroh Bil Ma'ruf Dalam Membangun Kesiapan Mental Pranikah: Penelitian Zanky, Abdurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5416

Abstract

Studi fenomenologis ini menyelidiki implementasi nilai-nilai mu'asyaroh bil ma'ruf dalam mengembangkan kesiapan mental pranikah di kalangan calon pasangan di KUA Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dengan angka perceraian di Jawa Timur mencapai 77.658 kasus pada tahun 2024 (28,6% dari pernikahan) dan Kabupaten Pasuruan memberikan kontribusi signifikan terhadap statistik ini, pemahaman tentang strategi pencegahan yang efektif menjadi sangat penting. Melalui wawancara mendalam dengan 25 calon pasangan yang mengikuti program bimbingan pranikah selama September-November 2025, dikombinasikan dengan observasi dan diskusi kelompok fokus dengan konselor pernikahan, penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi mu'asyaroh bil ma'ruf beroperasi melalui empat mekanisme terintegrasi: internalisasi teologis (98% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang hak-hak timbal balik dalam pernikahan), pengembangan keterampilan psikologis (84% menunjukkan peningkatan kemampuan penyelesaian konflik), adaptasi kontekstual terhadap nilai-nilai budaya lokal, dan pendampingan pascanikah yang berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa pasangan yang menginternalisasi prinsip mu'asyaroh bil ma'ruf menunjukkan indikator kesiapan mental yang secara signifikan lebih kuat, termasuk harapan realistis (76%), kecerdasan emosional dalam hubungan (82%), dan komitmen terhadap manajemen konflik yang konstruktif (89%). Studi ini mengusulkan model pendidikan pranikah terintegrasi yang menggabungkan landasan spiritual Islam dengan pendekatan psikologis kontemporer, yang disesuaikan dengan konteks budaya pedesaan Jawa. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoritis terhadap literatur psikologi keluarga Islam maupun secara praktis dengan menyediakan kerangka kerja berbasis bukti untuk program bimbingan pranikah KUA di seluruh Indonesia.