Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Manajemen Strategis Melalui Analisis SWOT dalam Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: Studi Kasus di SD Muhammadiyah Plus Semarang Irianti, Indah Susi; Taryanti, Wahyu Haspri Nur; Fatimah, Iim; Narimo, Sabar; Anif, Sofyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5138

Abstract

Dalam menghadapi persaingan global dan dinamika kebutuhan masyarakat yang kompleks, institusi Pendidikan Dasar dituntut untuk meningkatkan mutu Pendidikan dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif determinan internal dan eksternal di SD Muhammadiyah Plus Semarang guna merumuskan formulasi strategi peningkatan mutu pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf administrasi, serta perwakilan komite sekolah/yayasan, dan studi dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian mengidentifikasi kekuatan internal berupa dukungan yayasan yang solid, tenaga pengajar berkualitas, kurikulum terintegrasi, dan reputasi sekolah yang baik. Namun, hambatan operasional ditemukan pada lemahnya sarana prasarana yang belum optimal, pemanfaatan teknologi yang belum merata, keterlibatan orang tua yang rendah, serta sistem dokumentasi dan evaluasi yang belum terpadu. Analisis lingkungan eksternal menyoroti peluang yang hadir sebagai kesadaran masyarakat akan pendidikan berkualitas dan dukungan kebijakan pemerintah, sementara ancaman meliputi persaingan ketat, perubahan kebijakan, penurunan minat baca akibat dominasi digital, dan kesenjangan sosial ekonomi orang tua. Implikasi dari analisis SWOT adalah perlunya perumusan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang, mengatasi kelemahan dengan peluang, menggunakan kekuatan untuk menghadapi ancaman, dan meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara modalitas internal dan responsivitas terhadap ekosistem eksternal menjadi kunci esensial bagi SD Muhammadiyah Plus Semarang untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui strategi adaptif dan terencana dalam mencapai keunggulan yang kompetitif.
Pengalaman Guru dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Fenomenologi Irianti, Indah Susi; Taryanti, Wahyu Haspri Nur; Fatimah, Iim; Harsono, Harsono; Sutama, Sutama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pengalaman para guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di bawah kerangka Kurikulum Merdeka dengan pendekatan fenomenologi. Fokus utama dari studi ini adalah untuk memahami bagaimana guru memberikan makna terhadap proses, tantangan, dan strategi yang mereka gunakan dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini melibatkan sepuluh guru di SD Muhammadiyah Plus Semarang, yang dipilih berdasarkan pengalaman mengajar serta pemahaman mereka terhadap kurikulum yang diterapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang bersifat semi-terstruktur, observasi langsung di kelas, dan pengumpulan dokumentasi rencana pembelajaran serta catatan refleksi dari para guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman yang dialami oleh para guru sangat bervariasi. Di satu sisi, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa, berkat pendekatan yang lebih sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Namun, di sisi lain, para guru juga menghadapi berbagai tantangan yang cukup besar, termasuk keterbatasan waktu untuk persiapan, padatnya kurikulum yang harus diajarkan, serta kurangnya sumber daya dan pelatihan yang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sangat bergantung pada kompetensi para guru serta dukungan dari lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi para guru serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk mengatasi berbagai hambatan operasional yang muncul di dalam kelas.
MODEL EVALUASI PENDIDIKAN BERBASIS CIPP PADA SEKOLAH DASAR UNGGULAN: KAJIAN KUALITATIF DI SD MUHAMMADIYAH PLUS SEMARANG Irianti, Indah Susi; Wahyu Haspri Nur Taryanti; Iim Fathimah; Suranto; Sumardi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.55460

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the educational system at SD Muhammadiyah Plus Semarang using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) framework. Positioned as a quality control instrument, this assessment responds to demands for continuous improvement in educational services. Employing a qualitative approach with a case study design, data were gathered through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Six key informants were involved: the principal, vice principal, classroom teachers, program coordinators, and school committee members. Data analysis followed the stages of condensation, presentation, and conclusion drawing, with source triangulation ensuring validity and reliability. The findings indicate that the context component exhibits high alignment between strategic programs, student needs, community expectations, and the institutional vision. In the input dimension, the school benefits from competent teaching staff, adequate infrastructure, and the successful integration of the Merdeka Curriculum with Muhammadiyah values. Structurally, process evaluation shows that instructional activities adopt student-centered approaches, supported by periodic academic supervision and consistent management of flagship programs. Meanwhile, the product dimension confirms an increase in academic and non-academic achievements, robust student character development, and high parental satisfaction. From a macro perspective, the study affirms that educational success is determined by reciprocal relationships between contextual appropriateness, resource maturity, implementation efficiency, and outcomes. Ultimately, this research reinforces the CIPP model as a viable instrument for assessing school quality and serves as a strategic reference for policymakers aiming to enhance basic education continuously.
BUDAYA RELIGIUS DALAM MEMBANGUN INTEGRASI SOSIAL PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH DASAR Irianti, Indah Susi; Sigit Haryanto; Iim Fatimah; Umi Maghdhuroh; Djalal Fuadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57333

Abstract

This study aims to describe the implementation of religious culture and analyze its role in building students’ social integration at SD Muhammadiyah Plus Semarang. This research was motivated by the importance of strengthening students’ social character amid increasing social problems such as low tolerance, social awareness, and cooperation in elementary school environments. This study employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students selected through purposive sampling techniques. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that religious culture was implemented through religious habituation activities, teacher role modeling, and the creation of a religious school environment. The implementation contributed to the development of tolerance, cooperation, discipline, social awareness, and mutual respect among students. Religious culture also played a role in creating harmonious social relationships through collective activities that strengthened togetherness and social solidarity among students. This study confirms that religious culture not only functions to shape students’ spiritual character but also serves as a medium for internalizing social values in building students’ social integration in elementary schools.