Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Mengatasi Resistensi terhadap Perubahan Organisasi: Sebuah Tinjauan Literatur Priantono, Ferry; Nafisah, Nani; Budiman, Dana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5540

Abstract

Perubahan organisasi merupakan proses yang tidak terpisahkan dari dinamika lingkungan, perkembangan teknologi, serta tuntutan kinerja institusi. Namun demikian, resistensi terhadap perubahan masih menjadi salah satu penyebab utama kegagalan implementasi perubahan, terutama ketika organisasi tidak mampu mengelola ketidakpastian, kecemasan, dan persepsi keadilan karyawan selama masa transisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis strategi-strategi yang efektif dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan organisasi berdasarkan temuan empiris lima tahun terakhir (2020–2025). Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA 2020 guna menjamin transparansi dan ketelitian metodologis dalam proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi literatur. Sebanyak 89 artikel ilmiah terindeks pada Scopus, ScienceDirect, Emerald Insight, dan Google Scholar dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola strategi yang berulang serta konteks penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang transparan, kepemimpinan partisipatif, pelibatan karyawan sejak tahap perencanaan, dukungan organisasi yang nyata, serta penguatan kompetensi melalui pelatihan merupakan strategi yang paling konsisten dalam menurunkan resistensi dan memperkuat penerimaan perubahan, khususnya pada perubahan berbasis teknologi dan pascapandemi. Studi ini menegaskan bahwa resistensi tidak semata-mata merupakan hambatan, melainkan respons rasional yang dapat dikelola melalui manajemen perubahan yang berorientasi pada manusia. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pimpinan organisasi dalam merancang perubahan yang lebih adil, komunikatif, dan berkelanjutan.
Proses Terbentuknya Minat Berkuliah di Universitas Nusa Putra: Pendekatan Mixed Methods Sequential Explanatory Selviyani, Selviyani; Nisa, Gina Sahadatun; Fadilla, Alya Syifa; Gunawan, Soleh; Hamdi, Muhammad; Nur Wahidah, N. Fitriyah; Nafisah, Nani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i02.3236

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain mixed methods sequential explanatory untuk memahami proses terbentuknya minat berkuliah calon mahasiswa di Universitas Nusa Putra Sukabumi. Pada fase kuantitatif, survei terhadap 163 calon mahasiswa menguji pengaruh lokasi dan reputasi terhadap minat berkuliah menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa lokasi (t=1,084; p=0,280) dan reputasi (t=−0,556; p=0,579) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkuliah secara individual. Pada fase kualitatif, wawancara grounded theory terhadap 13 calon mahasiswa mengungkapkan mekanisme proses keputusan yang lebih kompleks. Analisis axial coding mengidentifikasi fenomena inti: minat berkuliah terbentuk melalui proses negosiasi rasional-emosional di mana calon mahasiswa menimbang berbagai pertimbangan (lokasi, biaya, akreditasi, fasilitas, diferensiasi) sambil mencari rasa "cocok" (fit) yang diperkuat oleh validasi informasi. Integrasi kedua fase mengungkapkan bahwa lokasi dan reputasi muncul dalam narasi calon mahasiswa namun bekerja sebagai "filter baseline" bukan penentu utama. Faktor emosional, dukungan sosial, dan pencarian bukti empiris tentang prospek karier menunjukkan relevansi yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan pentingnya universitas untuk merancang strategi komunikasi yang merespons setiap tahap perjalanan keputusan calon mahasiswa, bukan hanya fokus pada positioning reputasi atau aksesibilitas lokasi. Kontribusi teoretis menunjukkan bahwa model student college choice perlu mengintegrasikan dimensi proses keputusan yang dinamis dan kontekstual.