Penelitian ini menggunakan desain mixed methods sequential explanatory untuk memahami proses terbentuknya minat berkuliah calon mahasiswa di Universitas Nusa Putra Sukabumi. Pada fase kuantitatif, survei terhadap 163 calon mahasiswa menguji pengaruh lokasi dan reputasi terhadap minat berkuliah menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa lokasi (t=1,084; p=0,280) dan reputasi (t=−0,556; p=0,579) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkuliah secara individual. Pada fase kualitatif, wawancara grounded theory terhadap 13 calon mahasiswa mengungkapkan mekanisme proses keputusan yang lebih kompleks. Analisis axial coding mengidentifikasi fenomena inti: minat berkuliah terbentuk melalui proses negosiasi rasional-emosional di mana calon mahasiswa menimbang berbagai pertimbangan (lokasi, biaya, akreditasi, fasilitas, diferensiasi) sambil mencari rasa "cocok" (fit) yang diperkuat oleh validasi informasi. Integrasi kedua fase mengungkapkan bahwa lokasi dan reputasi muncul dalam narasi calon mahasiswa namun bekerja sebagai "filter baseline" bukan penentu utama. Faktor emosional, dukungan sosial, dan pencarian bukti empiris tentang prospek karier menunjukkan relevansi yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan pentingnya universitas untuk merancang strategi komunikasi yang merespons setiap tahap perjalanan keputusan calon mahasiswa, bukan hanya fokus pada positioning reputasi atau aksesibilitas lokasi. Kontribusi teoretis menunjukkan bahwa model student college choice perlu mengintegrasikan dimensi proses keputusan yang dinamis dan kontekstual.