Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Aparatur Sipil Negara (ASN) Muda Terhadap Penerapan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Digital Di Wilayah Kalselteng Anhar, Deli; Anhar, Ahmad Ihsanul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi aparatur sipil negara (ASN) muda terhadap inovasi pelayanan publik dalam konteks digitalisasi birokrasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada dinamika implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan tantangan yang dihadapi daerah di luar Pulau Jawa, khususnya terkait keterbatasan infrastruktur serta literasi digital masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga informan ASN muda dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Pulang Pisau di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pengalaman digitalisasi pelayanan publik: Banjarmasin relatif maju dengan aplikasi dan sistem antrian online, Banjarbaru menghadapi kendala literasi digital masyarakat serta stabilitas jaringan internet, sementara Pulang Pisau masih terkendala keterbatasan infrastruktur dan lebih banyak mengandalkan media sosial untuk layanan dasar. Dari ketiga perspektif tersebut, terlihat bahwa ASN muda memiliki peran strategis sebagai katalis perubahan birokrasi, baik dalam mengoperasikan teknologi baru, mendampingi masyarakat, maupun menjembatani kebijakan digitalisasi dengan kebutuhan publik. Namun demikian, tantangan teknis, keterbatasan infrastruktur, resistensi budaya organisasi, serta rendahnya literasi digital masih menjadi hambatan utama. Kesimpulannya, inovasi pelayanan publik berbasis digital berpotensi meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi birokrasi, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan infrastruktur, kebijakan afirmatif, serta penguatan kapasitas ASN muda sebagai agen perubahan birokrasi digital di Indonesia.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Artificial Intelligence (AI), Literasi Digital, dan Kreativitas Terhadap Etika Belajar Mahasiswa Melalui Motivasi Belajar Sebagai Variabel Mediasi Anhar, Ahmad Ihsanul; Artiningsih, Dwi Wahyu; Basuki, Basuki
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026 (In Press)
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5738

Abstract

This study examines the impact of Artificial Intelligence (AI) usage intensity, digital literacy, and creativity on student learning ethics, with learning motivation as a mediating variable among UNISKA MAB Banjarmasin students in the 2024/2025 academic year. In the digital era, education increasingly relies on technological innovation, requiring students to balance digital competence with ethical learning behavior such as discipline, respect, and responsibility. The research employs a quantitative explanatory approach to explore cause-and-effect relationships, involving 96 proportional samples from a total population of 1,999 students. Data analysis was conducted using SmartPLS Version 4. The results indicate that AI usage intensity has a positive but insignificant effect on learning ethics (p = 0.374), while digital literacy shows a strong and significant positive impact (p = 0.040). Creativity has a positive yet insignificant effect (p = 0.669), whereas learning motivation has a strong and significant influence on learning ethics (p = 0.000). Furthermore, AI usage through learning motivation shows a negative but insignificant effect (p = 0.903), digital literacy through learning motivation shows a positive but insignificant effect (p = 0.065), and creativity through learning motivation demonstrates a strong and significant positive effect (p = 0.000). These findings highlight learning motivation as a key factor linking creativity and ethical learning behavior in the digital age.