Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR FISIK DESA DALAM PERSPEKTIF OTONOMI DESA (STUDI PADA DESA BANTUIL KECAMATAN CERBON, BARITO KUALA) Akhmad, Beni; Fibriyanita, Fika; Anhar, Deli; Junaidy, Junaidy
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 9, No 2 (2024): Journal Of Government: Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v9i2.7699

Abstract

Pembangunan infrastruktur fisik desa memang sangat penting untuk meningkatkan kualitas desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur fisik desa merupakan prioritas utama yang di rencanakan oleh pemerintah Desa Bantuil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan pembangunan infrastruktur fisik desa di Desa Bantuil Kecamatan Cerbon. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode diskriptif. Peneliti akan menganalisis secara kualitatif yang didapatkan berupa data dari lapangan bertujuan untuk memperoleh gambaran seutuhnya menurut pandangan peneliti saat didapatkan dilapangan. Secara umum perencanaan pembangunan infrastruktur masih terkendala dengan keuangan desa karena keuangan Desa Bantuil masih di bagi lagi dengan adanya Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Desa Bantuil merencanakan pembangunan infrastruktur dengan membuat program pembangunan infrastruktur Desa Bantuil agar mencapai target dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa pada umumnya, sehingga masyarakat bisa menikmati fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah desa dengan lebih baik. Pembangunan infrastruktur fisik desa menjadi prioritas utama dalam kegiatan desa dan rencana dalam keuangan desa setiap tahunnya. Sarana dan prasarana merupakan fokus dan tujuan dari pembangunan infrastruktur fisik desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bantuil. Kata Kunci: Pembangunan, Infrastruktur Fisik, Otonomi
Pembuatan Poster Layanan Publik Dalam Rangka Meningkatkan Pemahaman Digitalisasi Layanan Publik Bagi Aparatur Desa Malawat, Sitna Hajar; Sidik, Abdurrahman; Sya'rani, Ridwan; Anhar, Deli; Haliq, Abdul; Kurniawan, Ahmad; Amelia, Riska
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 3 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i3.43096

Abstract

Poster Layanan Publik yang baik, jelas dan menarik tentu bermanfaat bagi warga masyarakat dalam memahami informasi/kebijakan2 yang disosialisasikan oleh pemerintah dalam hal ini kantor desa sebagai ujung tombak pelayanan publik harus mampu memfasilitasi keterbukaan informasi publik tersebut salah satunya dengan menyediakan tampilan poster layanan publik yang menarik dan jelas dibaca warga masyarakat. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian ini pada khususnya adalah aparatur desa anjir serapat baru kecamatan kapuas timur kabupaten kapuas. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan dokumentasi. Secara umum pelatihan ini dapat dikatakan berhasil karena para peserta pelatihan mengikuti dengan tekun dan tertib terhadap materi yang di sampaikan. Bahkan setelah dilakukan tanya jawab, para peserta menyatakan bahwa setelah mengikuti pelatihan pengetahuan dan pemahaman mereka bertambah.
Persepsi Aparatur Sipil Negara (ASN) Muda Terhadap Penerapan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Digital Di Wilayah Kalselteng Anhar, Deli; Anhar, Ahmad Ihsanul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi aparatur sipil negara (ASN) muda terhadap inovasi pelayanan publik dalam konteks digitalisasi birokrasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada dinamika implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan tantangan yang dihadapi daerah di luar Pulau Jawa, khususnya terkait keterbatasan infrastruktur serta literasi digital masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga informan ASN muda dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Pulang Pisau di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pengalaman digitalisasi pelayanan publik: Banjarmasin relatif maju dengan aplikasi dan sistem antrian online, Banjarbaru menghadapi kendala literasi digital masyarakat serta stabilitas jaringan internet, sementara Pulang Pisau masih terkendala keterbatasan infrastruktur dan lebih banyak mengandalkan media sosial untuk layanan dasar. Dari ketiga perspektif tersebut, terlihat bahwa ASN muda memiliki peran strategis sebagai katalis perubahan birokrasi, baik dalam mengoperasikan teknologi baru, mendampingi masyarakat, maupun menjembatani kebijakan digitalisasi dengan kebutuhan publik. Namun demikian, tantangan teknis, keterbatasan infrastruktur, resistensi budaya organisasi, serta rendahnya literasi digital masih menjadi hambatan utama. Kesimpulannya, inovasi pelayanan publik berbasis digital berpotensi meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi birokrasi, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan infrastruktur, kebijakan afirmatif, serta penguatan kapasitas ASN muda sebagai agen perubahan birokrasi digital di Indonesia.