Telah dilakukan penelitian Optimasi Formulasi Sediaan Serum Dari Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Antioksidan Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sediaan serum dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang optimal sebagai antioksidan Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan pembuatan sediaan serum dalam beberapa variasi konsentrasi ekstrak (7%, 9%, dan 11%). Evaluasi mutu sediaan dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) secara in vitro untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik yang baik, dengan pH berkisar 5–6, daya sebar ±5 cm, dan viskositas dalam rentang standar. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa semua formula memiliki aktivitas sangat kuat dengan nilai IC50 F1 sebesar 62,5 ppm, F2 sebesar 62,9 ppm, dan F3 sebesar 63,6 ppm sedangkan, vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 37,5 ppm. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) antar formula. Formula terbaik berdasarkan stabilitas dan aktivitas antioksidan adalah formula dengan konsentrasi ekstrak 11%. Dengan demikian, ekstrak daun kelor berpotensi sebagai bahan aktif dalam sediaan serum antioksidan