Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi Sosial Donor Darah Untuk Kemanusiaan Kolaborasi PMI Garut Dan FMIPA Universitas Garut Berikan Darah Berikan Harapan Nuari, Doni Anshar; Pitriani, Karina; Jamil, Widi Mahmuda Nur; Aulia, Ira; Muharram, Rahma Mekar; Fahmi, Ami Nur; Sambact, Jasminum; Lubis, Novriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.35973

Abstract

Darah sangat dibutuhkam untuk menunjang kesehatan, metabolisme dan mekanisme semua proses yang ada dalam tubuh. Darah sehat ditandai dengan warna merah cerah, viskositas (kekentalan) normal, pH stabil (7.35-7.45), serta parameter lab seperti kadar hemoglobin, kolesterol (HDL tinggi, LDL rendah), gula darah normal, dan trombosit seimbang, yang semua ini tercermin dari tubuh yang bugar, energi cukup, kulit merona, serta tidak mudah lelah. Ketersediaan darah yang aman dan berkualitas sangat penting untuk layanan transfusi darah. Salah satu cara penting untuk mendorong gaya hidup sehat dan memberikan kontribusi besar kepada kesehatan masyarakat dan individu adalah dengan donor darah. Kegiatan ini bertujuan sebagai aksi sosial kemanusiaan kolaborasi antara PMI Garut dan mahasiswa Farmasi UNIGA untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kepedulian sosial. Kegiatan donor darah dilaksanakan di Kampus 3 Universitas Garut pada tanggal 15 November 2025 yang dikemas secara edukatif dan inspiratif melalui proses pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, permainan edukatif cerdas cermat dan diakhiri dengan pos test. Dari 80 pendaftar, hanya 41 orang yang memenuhi persyaratanuntuk donor darah juga peserta didominasi oleh perempuan (93,2%). Golongan darah pendonor terbanyak adalah Golongan A (35,65%), disusul oleh golongan darah B (27,75%), O (25,75%) dan AB (10,8%). Motivasi utama berdonor adalah untuk kesehatan pribadi (75,1%). Meskipun sebagian besar pendaftar gagal melewati tahap skrining kesehatan awal, aksi sosial donor darah ini berjalan lancar dan berhasil meningkatkan kepedulian sosial dan meningkatkan ketersediaan darah. Melalui kegiatan donor darah ini, dapat memberikan harapan hidup yang lebih besar kepada yang membutuhkan.
Eksplorasi Etnofarmasi dan Potensi Fitoterapi: Studi Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Masyarakat Adat Akur Sunda Wiwitan Kabupaten Garut Kokom, Asep; Jamil, Widi Mahmuda Nur; Silma Meira; Lestari , Bunga
Jurnal Sains & Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Politeknik Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57151/jsika.v4i2.1555

Abstract

This research aims to explore the types of medicinal plants used by the Akur Sunda Wiwitan indigenous community in Kampung Pasir,Samarang District, Garut Regency, and to uncover the potential for phytotherapy contained within them. The qualitative approachmethod was conducted through direct observation and in-depth interviews with traditional leaders who possess traditionalknowledge about medicinal plants. The results of the study show that there are seven types of plants that are most frequently used,namely binahong leaves (Anredera cordifolia), babadotan leaves (Ageratum conyzoides), ki urat leaves (Plantago major), temulawak rhizome (Curcuma zanthorrhiza), salam leaves (Syzygium polyanthum), jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus), and guava shoot leaves (Psidium guajava). These plants are used to treat stomach ulcers, hypertension, and diarrhea. Based on a literature review, all of these plants contain bioactive compounds such as phenols, flavonoids, saponins, and tannins, which have been proven to have pharmacological activity consistent with their traditional uses. The results of this study strengthen the conclusion that ethno pharmaceutical practices in the Akur Sunda Wiwitan indigenous community have a strong scientific basis and have the potential to be developed into phytotherapy products based on local wisdom