Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deep learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis psikologi pendidikan Islam dalam konteks kajian kontemporer Firnanda, Rizky; Aziz, Fikri Fathul; Hanafi, Subhanal; Wafa, Arif Wasiatul; Fauziah, Retni Nur; Alfareza, M. Rizki
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21651

Abstract

The development of artificial intelligence technology, particularly deep learning, opens up new opportunities for improving the quality of Islamic Religious Education (IRE), but requires management that is in line with Islamic values. This study aims to analyse the application of deep learning in IRE and examine how the principles of Islamic educational psychology can form the basis for optimising the use of this technology. The study also identifies opportunities and challenges in integrating deep learning with Islamic spiritual values and character. The research uses a qualitative approach with a descriptive analytical type conducted at MAN 2 Sarolangun. Data were collected through in-depth interviews with the principal and observation of the learning process, then analysed using the Miles and Huberman model with triangulation techniques. The results show that the application of deep learning can increase student activity, motivation, and independence, as well as assist teachers in personalising PAI learning. However, the success of implementation is greatly influenced by teacher readiness, school policy support, and infrastructure availability. This study concludes that deep learning can be an effective PAI learning innovation if it is integrated in a balanced manner with the principles of Islamic educational psychology. Abstrak Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, membuka peluang baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), namun memerlukan pengelolaan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan deep learning dalam pembelajaran PAI serta menelaah bagaimana prinsip psikologi pendidikan Islam dapat menjadi dasar optimalisasi penggunaan teknologi tersebut. Penelitian juga mengidentifikasi peluang dan tantangan integrasi deep learning dengan nilai spiritual dan karakter Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif analitis yang dilaksanakan di MAN 2 Sarolangun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan observasi proses pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan kemandirian peserta didik serta membantu guru dalam mempersonalisasi pembelajaran PAI. Namun, keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan kebijakan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa deep learning dapat menjadi inovasi pembelajaran PAI yang efektif apabila diintegrasikan secara seimbang dengan prinsip psikologi pendidikan Islam.
DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA SULTANAH SAFIATUDDIN SYAH DI KERAJAAN ACEH DARUSSALAM PADA PERIODE 1641-1675 Firnanda, Rizky; Nurviana, Dinda; Aziz, Fikri Fathul; Mawarni, Dewi; Nazar, Aulia
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1163

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pendidikan Islam pada masa pemerintahan Sultanah Safiatuddin Syah (1641–1675) di Kerajaan Aceh Darussalam. Latar belakang penelitian berangkat dari peran signifikan Aceh sebagai pusat intelektual Islam di Asia Tenggara pada abad ke-17, di mana pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai instrumen legitimasi politik dan penguatan identitas keislaman kerajaan. Sultanah Safiatuddin Syah merupakan putri Sultan Iskandar Muda sekaligus istri Sultan Iskandar Tsani, yang naik tahta setelah wafatnya sang suami. Pemerintahannya menjadi unik karena dipimpin seorang perempuan dalam tradisi kerajaan Islam, namun justru mampu mempertahankan stabilitas politik dan mengembangkan kehidupan intelektual. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana perkembangan pendidikan Islam pada masa Sultanah Safiatuddin Syah; (2) peran ulama, khususnya Syaikh Abdur Rauf as-Singkili, dalam merumuskan sistem pendidikan dan penyebaran ilmu; serta (3) bagaimana hubungan antara kekuasaan politik dan otoritas keilmuan di Aceh pada periode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pola pendidikan Islam yang berkembang pada era Sultanah, menelaah kontribusi ulama besar seperti Syaikh Abdur Rauf as-Singkili dalam dunia intelektual Aceh, serta mengungkap relevansi kepemimpinan Sultanah dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Aceh mengalami kemajuan pesat dengan berdirinya dayah dan lembaga-lembaga keilmuan yang menjadi pusat kajian fikih, tasawuf, dan tafsir. Kehadiran Syaikh Abdur Rauf as-Singkili memperkuat tradisi intelektual tersebut, sekaligus menjadikan Aceh sebagai mercusuar ilmu Islam di kawasan Nusantara. Dengan demikian, kepemimpinan Sultanah Safiatuddin Syah tidak hanya berhasil menjaga kestabilan kerajaan, tetapi juga meneguhkan posisi Aceh sebagai pusat pendidikan Islam abad ke-17.