Muhammad Fathoni Ridzakiy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Birokrasi Digital: Analisis Efektivitas Super App Tahu Sumedang dalam Akselerasi SPBE di Kabupaten Sumedang Muhammad Fathoni Ridzakiy; Muhammad Hudzaifah; M. Haidar Hafizh Daniar; Mohamad Davit Triandi Priatna; Ivan Darmawan
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Super App Tahu Sumedang dalam mendukung akselerasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Sumedang sebagai bagian dari transformasi birokrasi digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, melalui analisis tematik terhadap dokumen kebijakan, laporan kinerja, serta fitur dan fungsi aplikasi Tahu Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini telah berfungsi sebagai portal layanan publik terintegrasi yang mencakup layanan kependudukan, UMKM, kesehatan, sosial, hingga pengaduan masyarakat, sehingga mampu mengurangi fragmentasi birokrasi dan meningkatkan aksesibilitas layanan. Implementasi Tahu Sumedang juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks SPBE dan Indeks Kepuasan Masyarakat, yang mencerminkan perbaikan efisiensi dan kualitas pelayanan publik. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa stabilitas sistem, keterbatasan pemutakhiran data, serta kesenjangan literasi digital masyarakat. Secara keseluruhan, Super App Tahu Sumedang berperan sebagai instrumen strategis dalam mendorong pemerintahan digital berbasis data dan pelayanan publik yang lebih responsif, meskipun masih memerlukan penguatan berkelanjutan pada aspek teknis dan kelembagaan