p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Empiricism Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Kepemimpinan Sekolah dalam Era Revolusi Industri 4.0: Sebuah Tinjauan Pustaka Lubis, Agus Fadly Taqwan; Gusti, Tika Sylviani; Jalinus, Nizwardi; Ernawati, Ernawati; Yustisia, Henny
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5y7ya160

Abstract

Tinjauan pustaka ini menganalisis tantangan kepemimpinan sekolah pada era Revolusi Industri 4.0 serta implikasinya terhadap strategi transformasi digital di lingkungan pendidikan. Kajian dilakukan melalui penelusuran literatur pada berbagai basis data akademik dan snowballing, dengan batasan publikasi tahun 2015–2025. Dari proses seleksi, diperoleh 17 artikel utama yang dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan lima temuan kunci: (1) kesenjangan literasi dan kompetensi digital guru maupun kepala sekolah masih menjadi hambatan dominan; (2) keterbatasan infrastruktur, sistem manajemen berbasis teknologi, dan dukungan kebijakan internal mengurangi efektivitas integrasi teknologi; (3) resistensi budaya sekolah dan rendahnya kesiapan perubahan memperlambat adopsi inovasi digital; (4) kebutuhan kolaborasi, jejaring, dan kewirausahaan sekolah meningkat untuk memperkuat dukungan sumber daya serta kemitraan eksternal; dan (5) pengambilan keputusan berbasis data muncul sebagai kompetensi strategis baru yang belum merata. Kajian ini menegaskan urgensi kepemimpinan visioner, transformasional, adaptif, dan partisipatif sebagai pendekatan yang paling konsisten mendukung transformasi digital sekolah. Implikasinya, penguatan kapasitas SDM, tata kelola data, manajemen perubahan, dan investasi infrastruktur menjadi prioritas kebijakan dan praktik kepemimpinan sekolah. Challenges of School Leadership in the Era of the Industrial Revolution 4.0: A Literature Review Abstract This literature review examines the challenges of school leadership in the era of the Fourth Industrial Revolution and their implications for digital transformation strategies in educational settings. The review was conducted through a literature search across multiple academic databases and snowballing, limited to publications from 2015–2025. From the selection process, 17 core articles were identified and analyzed using thematic synthesis. The findings highlight five key results: (1) gaps in digital literacy and digital competence among teachers and school principals remain the dominant barrier; (2) limitations in infrastructure, technology-based management systems, and internal policy support reduce the effectiveness of technology integration; (3) resistance within school culture and low readiness for change slow down the adoption of digital innovation; (4) the need for collaboration, networking, and school entrepreneurship increases to strengthen resource support and external partnerships; and (5) data-driven decision-making emerges as a new strategic competence that is not yet evenly developed. This review underscores the urgency of visionary, transformational, adaptive, and participatory leadership as the approaches most consistently supporting school digital transformation. The implications are that strengthening human resource capacity, data governance, change management, and infrastructure investment should be prioritized in school leadership practice and policy.
Demokrasi Industri dan Pendidikan Vokasi dalam Membangun Budaya Partisipatif dan Keadilan Sosial di Dunia Kerja Kartini, Ridha; Gusti, Tika Sylviani; Lubis, Agus Fadly Taqwan; Abdullah, Rijal; Hidayat, Hendra
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1rvpst35

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengintegrasian konsep Demokrasi Industri (DI) ke dalam pendidikan vokasi Indonesia untuk mengatasi keterbatasan pendekatan link and match yang terlalu instrumental. Meskipun model link and match berhasil mencetak lulusan yang kompeten secara teknis, ia gagal membekali mereka dengan kompetensi sosio-politik (seperti kesadaran hak pekerja, negosiasi, dan pemahaman hubungan industrial), membuat lulusan rentan dan minim partisipasi dalam pengambilan keputusan di tempat kerja. Konsep DI, yang menekankan prinsip kesetaraan, akuntabilitas, dan pembagian kekuasaan, terbukti efektif memperkuat rasa memiliki dan meningkatkan kualitas keputusan dalam organisasi. Oleh karena itu, fokus kajian diarahkan pada bagaimana mengintegrasikan kompetensi sosio-politik termasuk kemampuan berunding dan kesadaran partisipatif ke dalam pembelajaran vokasi tanpa mengabaikan keterampilan teknis. Solusi strategis diwujudkan melalui tiga pilar utama: integrasi kurikulum, kolaborasi industri, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini berargumen bahwa pendidikan vokasi yang berorientasi DI tidak hanya meningkatkan relevansi lulusan terhadap tantangan industri modern dan digitalisasi, tetapi juga berkontribusi langsung pada kesejahteraan sosial pekerja. Industrial Democracy and Vocational Education in Building a Participatory Culture and Social Justice in the World of Work Abstract This research examines the integration of the concept of Industrial Democracy (ID) into Indonesian vocational education to address the limitations of the overly instrumental link and match approach. While the link and match model successfully produces technically competent graduates, it fails to equip them with socio-political competencies (such as awareness of workers' rights, negotiation skills, and understanding of industrial relations), rendering graduates vulnerable and limiting their participation in workplace decision-making. The ID concept, which emphasizes the principles of equality, accountability, and power-sharing, has proven effective in fostering ownership and improving the quality of organizational decisions. Therefore, the study focuses on how to integrate socio-political competencies including negotiation abilities and participatory awareness into vocational learning without neglecting technical skills. The strategic solution is realized through three main pillars: curriculum integration, industry collaboration, and policy support This research argues that ID-oriented vocational education not only enhances the relevance of graduates to the challenges of modern industry and digitalization but also directly impact the social welfare of workers.