Meskipun isu akses kesehatan lansia di wilayah perdesaan telah banyak dibahas dalam penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat, kajian yang secara khusus mengintegrasikan tasharruf zakat sebagai model intervensi kesehatan lansia berbasis Collaborative Community Engagement (CCE) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model tasharruf zakat dalam mengoptimalkan akses kesehatan lansia di Desa Solokuro, Kabupaten Lamongan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 60 lansia sebagai partisipan utama, dipilih melalui purposive sampling, serta didukung oleh kader PKK, perangkat desa, dan lembaga pengelola zakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara singkat, dokumentasi kegiatan, dan hasil pemeriksaan kesehatan dasar, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model tasharruf zakat melalui bakti sosial kesehatan mampu meningkatkan akses lansia terhadap layanan kesehatan dasar, kesadaran terhadap kondisi kesehatan, serta memperkuat peran komunitas dalam pendampingan lansia. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan konsep Collaborative Community Engagement dan Islamic Social Finance, serta memperluas pemahaman mengenai zakat sebagai instrumen perlindungan sosial di sektor kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model serupa secara berkelanjutan dan membuka peluang kajian lanjutan terkait dampak jangka panjang serta integrasi zakat dengan sistem pembiayaan kesehatan lainnya.