Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialog Bunyi: Reinterpreting Uroh Rapai as a Manifestation of Social Piety in Musical Composition Karina, Angga Eka; Cufara, Dwindy Putri; Darlija, Toza; Anugerah, Riqi
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i2.69251

Abstract

This research aims to investigate the uroh rapai tradition in North Aceh, focusing on rapai pase, a unique form of Acehnese membranophone that is performed in competitive settings. The study emphasizes the philosophical and social dimensions of uroh rapai by interpreting it as a manifestation of social piety. Employing a practice-led approach, where the creative process itself becomes the core of inquiry, the study integrates three fundamental principles of piety: habluminallah (human relationship with God), habluminannas (human relationship with others), and habluminalalam (human relationship with nature). Data were collected through literature review, direct observation of uroh performances, and in-depth interviews with syeh rapai and players. These insights were then transformed into an experimental musical composition entitled Dialog Bunyi. The result is in a form of composition, structured into three segments; first, natural soundscapes symbolizing ecological harmony, second, instrumental interaction as a metaphor of social solidarity; and third, rapai rhythms and devotional chanting as an expression of spiritual devotion. Its premiere performance demonstrated how traditional art can be recontextualized into contemporary works, rooted in Acehnese identity. The research contributes a new methodological and pedagogical model for tradition-based music studies, offering a way to preserve and creatively reinterpret cultural heritage.
Pelatihan Pembuatan Musik Garapan melalui Media Digital Audio Workstation sebagai Peningkatan Ekonomi Kreatif pada Lembaga Kana Art Work Karina, Angga Eka; Gusmanto, Rico; Yuda, Rino; Darlija, Toza; Anugerah, Riqi
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3741

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong seluruh sektor seni untuk beradaptasi, termasuk dalam produksi musik. Lembaga Kana Art Work, sebuah sanggar seni di Banda Aceh, menghadapi kendala minimnya keterampilan dan sarana produksi musik digital, sehingga biaya pembuatan musik menjadi tinggi dan produktivitas karya menurun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota sanggar dalam memproduksi musik garapan berbasis digital sebagai upaya penguatan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan internalisasi penguatan karakter. Program dilaksanakan selama enam kali pertemuan tatap muka dan satu kali pendampingan daring pada Agustus–September 2025. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan instalasi perangkat Digital Audio Workstation (DAW), praktik produksi (tracking, overdub, editing, mixing, equalizing, dan mastering), pendampingan, serta evaluasi. Peralatan yang diperkenalkan antara lain perangkat lunak Logic Pro X, MIDI controller, soundcard, mikrofon kondensor, dan speaker monitor. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta; hampir seluruh dari 19 anggota sanggar mampu memproduksi musik digital secara mandiri. Luaran kegiatan meliputi karya musik digital berjudul Senandung Rubiah, artikel ilmiah terindeks SINTA (proses review), publikasi media massa, video dokumentasi, poster, dan pendaftaran Hak Cipta. Program ini terbukti menumbuhkan kemandirian produksi musik, menekan biaya rekaman, serta membuka peluang jasa produksi musik digital bagi sanggar. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan pada aspek pemasaran karya musik digital melalui platform industri kreatif.