Santi Oktafenti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH Cut Latifah; Mardiati; Sarianto Thoga Torop; Santi Oktafenti; Muhammad Sopingi; Ri Fazqi Marchi; Anngi Sapana; Jamilah Rambe
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6264

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran matematika sangat ditentukan oleh kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning yang menekankan pemahaman konseptual, penalaran kritis, dan keterkaitan makna dalam proses belajar. Namun, pada praktiknya masih ditemukan guru yang menerapkan pembelajaran secara prosedural dan berorientasi pada hafalan, sehingga potensi deep learning belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan deep learning di sekolah, khususnya pada pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Subjek penelitian adalah guru matematika di sekolah menengah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui angket kompetensi pedagogik, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan dokumentasi perangkat ajar. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji perbedaan peningkatan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi pedagogik guru yang signifikan pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran bermakna, serta evaluasi pembelajaran berbasis deep learning. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi deep learning secara sistematis mampu meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik guru matematika. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesional guru serta perbaikan praktik pembelajaran matematika yang berorientasi pada pemahaman mendalam dan pembelajaran bermakna.
KEMAMPUAN MATEMATIS VISUAL SISWA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA Santi Oktafenti; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6317

Abstract

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan visual matematis siswa sekolah dasar pada materi pecahan serta mengkaji efektivitas pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi visual siswa. Kajian dilakukan melalui telaah literatur terhadap berbagai sumber nasional dan regional yang relevan, termasuk kajian yang dilaksanakan di wilayah Sumatra Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan visual matematis siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan menggambar pecahan secara proporsional, ketidaksesuaian antara simbol dan representasi visual, kesalahan dalam mengidentifikasi pecahan senilai, serta kecenderungan siswa mengabaikan tahap visualisasi dalam penyelesaian soal kontekstual. Berbagai miskonsepsi juga ditemukan, seperti anggapan bahwa penyebut yang lebih besar menunjukkan nilai pecahan yang lebih besar serta penggunaan prosedur algoritmik tanpa dasar visual. Hal ini menunjukkan lemahnya pemahaman konseptual siswa yang dipengaruhi oleh pembelajaran konvensional yang minim penggunaan media konkret. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan RME memberikan dampak positif terhadap pengembangan kemampuan representasi visual siswa melalui penggunaan konteks nyata, manipulasi benda konkret, serta model visual bertahap sebelum beralih ke simbol formal. Pelaksanaan kegiatan di Sumatra Utara memperkuat efektivitas RME, terutama ketika konteks budaya lokal diintegrasikan dalam pembelajaran pecahan. Secara teoretis, keberhasilan RME dijelaskan melalui proses matematisasi horizontal dan vertikal yang membantu siswa menghubungkan pengalaman konkret dengan konsep abstrak. Namun, pengukuran kemampuan visual secara spesifik masih terbatas sehingga pengembangan instrumen dan asesmen lanjutan diperlukan.