Digitalisasi sistem administrasi pemerintahan kampung menjadi kebutuhan mendesak dalam era transformasi digital, namun implementasinya di wilayah terpencil menghadapi berbagai tantangan kompleks. Pengabdian ini bertujuan menganalisis kondisi sistem administrasi sebelum digitalisasi, mendeskripsikan proses pelatihan Google Drive, dan mengidentifikasi hambatan implementasi di Kampung Traimelyan, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua. Metode service learning digunakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan praktis, dan evaluasi dengan pendekatan kualitatif menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kondisi awal sistem administrasi konvensional dengan keterbatasan kapasitas penyimpanan perangkat, tidak adanya backup data, dan kesulitan akses informasi. Pelatihan berhasil membekali aparatur dengan keterampilan menggunakan cloud storage untuk migrasi data, pengorganisasian folder, dan berbagi dokumen. Implementasi Google Drive menghasilkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pengelolaan dokumen, aksesibilitas data real-time dari berbagai perangkat, dan keamanan informasi administrasi. Hambatan yang dihadapi mencakup koneksi internet tidak stabil, literasi digital rendah, dan kondisi geografis menantang. Program ini membuktikan digitalisasi di wilayah terpencil dapat terlaksana dengan pendekatan kontekstual, pendampingan intensif, dan pemanfaatan teknologi sederhana yang aplikatif. Keberlanjutan memerlukan dukungan infrastruktur, pendampingan lanjutan, dan replikasi model ke kampung lain.