Kawasan pemukiman padat di Kelurahan Kedoya Utara memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana kebakaran yang disebabkan oleh faktor seperti korsleting listrik, kebocoran gas, dan akses jalan yang sempit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat serta Karang Taruna dalam mencegah dan menanggapi keadaan darurat kebakaran. Kegiatan melibatkan 20 anggota Karang Taruna dan masyarakat dari RT.14/RW.02 di Keurahan Kedoya Utara. Metode pelaksanaan terdiri dari (1) Penyuluhan kepada Karang Taruna sebagai kader siaga bencana, (2) Sosialisasi massal kepada masyarakat bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), (3) Workshop praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan (4) Workshop partisipatif pembuatan poster edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 18% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test. Peserta mampu mengidentifikasi titik bahaya kebakaran di rumah mereka, mempraktikkan teknik menggunakan APAR dengan metode T.A.T.A., dan menghasilkan media edukasi poster yang kreatif dan kontekstual. Hal terpenting, kegiatan ini berhasil memicu pembentukan Tim Siaga Bencana di tingkat RW yang terdiri dari para karang taruna. Efektivitas media edukasi dievaluasi menggunakan pendekatan Cognitive Walkthrough untuk mengukur kejelasan instruksi, kemudahan pemahaman visual, dan relevansi konteks lokal. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendekatan multi-metode yang melibatkan kader (Karang Taruna) dan masyarakat luas terbukti efektif dalam membangun ketangguhan komunitas. Untuk keberlanjutan, disarankan agar Karang Taruna melakukan simulasi kebakaran (fire drill) secara berkala dan memasang poster-poster hasil workshop di titik-titik strategis lingkungan.