Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformative Tilawah: A Holistic Qur'anic Literacy Framework Artha, Nursani Awal; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Mubarokah, Syifa Fatihatul
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/qist.v4i3.15057

Abstract

Contemporary Islamic education in Indonesia faces a critical challenge: students master Qur'anic recitation technically but struggle to comprehend, internalize, and apply Qur'anic values in daily life, reflecting a problematic textual-contextual dichotomy in pedagogical practice. This study addresses this gap by developing an Integrated Tilawah Framework-a transformative model of Qur'anic literacy-through thematic analysis of tilawah interpretations across five authoritative tafsir works (Al-Tabari, Ibn Kathir, Al-Qurtubi, Al-Mishbah, Al-Azhar) using Braun & Clarke's Methodology. Analysis of two key verses (Q.S. Al Baqarah:121; Al-Muzzammil:4) identified four integrated dimensions: Authentic Transmission Preservation (16.7%), Deep Meaning Comprehension (41.7%), Spiritual Value Internalization (16.7%), and Transformative Practical Application (25.0%). The framework demonstrates substantial synergy with Paulo Freire's critical literacy theory and Ron Miller's holistic education, offering a paradigm shift from technical-passive toward transformative-active Qur'anic engagement. This synthesis of classical Islamic hermeneutics with contemporary critical pedagogy provides educators a comprehensive, culturally-rooted blueprint for curriculum development in Islamic educational contexts. Expert judgment validation is recommended to confirm implementation feasibility. The findings reveal four core themes: authentic transmission preservation, deep meaning comprehension, spiritual value internalization, and transformative practical application. These themes are synthesized into a hierarchical and cyclical framework that reconceptualizes tilawah as transformative Qur'anic literacy rather than mere recitation. Globally, this framework offers a theoretically grounded and pedagogically operational model that contributes to discussions on religious literacy, critical pedagogy, and holistic education. It provides a transferable reference for Qur'anic education across diverse cultural contexts, promoting faith-based learning that is intellectually rigorous, spiritually meaningful, and socially transformative.
Peran Kompetensi Pedagogis Guru PAI dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Mubarokah, Syifa Fatihatul; Rahmania, Puput; Budiyanti, Nurti; Helmy, Helmy Abdullah; Batula, Abu Warasy
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8770

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang fleksibel, berdiferensiasi, dan berbasis asesmen autentik. Namun di lapangan masih terdapat kesenjangan antara tuntutan tersebut dengan kesiapan kompetensi pedagogis guru, termasuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yang menghadapi kendala dalam memahami kebutuhan peserta didik, merancang alur tujuan pembelajaran, menerapkan model pembelajaran aktif, serta menyusun asesmen yang mencerminkan capaian belajar secara komprehensif. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya analisis mendalam mengenai bagaimana kompetensi pedagogis guru berperan dalam implementasi kurikulum baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kompetensi pedagogis guru PAI dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran pada Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek guru PAI; data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada satu guru PAI yang dinilai memiliki kompetensi pedagogis yang baik, kemudian dianalisis menggunakan model reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogis guru tampak melalui kemampuan memahami karakteristik siswa, merancang perangkat ajar sesuai kebutuhan, mengelola pembelajaran aktif, serta menerapkan asesmen formatif dan sumatif secara berkelanjutan. Kesimpulannya, kompetensi pedagogis guru PAI memiliki peran signifikan dalam memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dan perlu didukung melalui pengembangan profesional yang berkelanjutan.
Integrasi keterampilan abad 21 (4C) dalam pembelajaran PAI: Strategi guru dalam membangun karakter adaptif dan religius Mubarokah, Syifa Fatihatul; Hermawan, Wawan; Budiyanti, Nurti
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.22938

Abstract

Moral degradation and ethical erosion in the digital era necessitate a realignment between technical competence and spiritual maturity in education. This study aims to analyze strategies for integrating 21st-century skills (the 4Cs: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) into Islamic Religious Education (PAI) to foster student character that is adaptive yet deeply religious. Employing a descriptive qualitative design with a case study approach, this research involved three PAI teachers at a State Junior High School in Bandung. Data were collected through in-depth interviews and document analysis of Deep Learning-based teaching modules, then analyzed using thematic and content analysis techniques. The findings reveal the phenomenon of "Competence Islamization" as a primary pedagogical strategy. Specifically, Critical Thinking is internalized as the capacity for Tabayyun (verification) to filter hoaxes; Creativity is realized through the utilization of AI for digital Syiar (propagation); Collaboration functions as a mechanism of Ta'awun (mutual assistance) in Quranic literacy; and Communication is framed by the principle of Qaulan Ma'rufan(honorable speech) to maintain digital etiquette. This study concludes that PAI serves not merely to transfer religious knowledge but acts as an ethical foundation that frames students' global competencies. The implications of this study offer a practical model for educators to bridge the gap between digital literacy and moral integrity through meaningful and reflective learning approaches. Abstrak Degradasi moral dan erosi etika di era digital menuntut penyelarasan kembali antara kompetensi teknis dan kematangan spiritual dalam pendidikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi keterampilan abad ke-21 (4C) Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) guna membentuk karakter siswa yang adaptif namun tetap religius. Menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga guru PAI di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen Modul Ajar berbasis Deep Learning, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan isi. Hasil penelitian mengungkapkan fenomena "Islamisasi Kompetensi" sebagai strategi pedagogis utama. Temuan menunjukkan bahwa Critical Thinking diinternalisasi sebagai kemampuan Tabayyun untuk memfilter hoaks; Creativity diwujudkan melalui pemanfaatan AI untuk Syiar digital; Collaboration difungsikan sebagai mekanisme Ta'awun (tolong-menolong) dalam literasi Al-Qur'an; dan Communication dibingkai oleh prinsip Qaulan Ma'rufan untuk menjaga adab digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI tidak hanya berperan mentransfer pengetahuan agama, tetapi bertindak sebagai fondasi etis yang membingkai kompetensi global siswa. Implikasi studi ini menawarkan model praktis bagi pendidik dalam menjembatani kesenjangan antara literasi digital dan integritas akhlak melalui pendekatan pembelajaran yang bermakna dan reflektif.