Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kekuasaan dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori: Kajian Sosiologi Sastra Antonio Gramsci dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Pemberlajaran Sastra Di SMA Restiana Setia Ningrum; Muhammad Daniel Fahmi Rizal; Liana Shinta Dewi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i2.4670

Abstract

Gramsci menjelaskan sastra adalah bagian dari dunia gagasan yang memuat ideologi di dalamnya. Dalam dinamika hubungan antarideologi, terdapat proses pemertahanan kekuasaan ideologi dominan terhadap ideologi subordinat. Pemertahanan ini dapat dilakukan dengan cara kekerasan (dominasi) maupun negosiasi (hegemoni). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan formasi ideologi dan hubungan kekuasaan dalam Novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini berupa novel Namaku Alam (objek material) dan sosiologi sastra Gramsci (objek formal). Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Namaku Alam. Metode dan teknik penyediaan data penelitian ini berupa studi pustaka, close reading, dan pencatatan. Dalam menganalisis data digunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan praktik hegemoni terlihat dari interaksi antarideologi tokoh-tokoh novel Namaku Alam. Dalam interaksi antarideologi tersebut, hubungan yang terjalin antara ideologi liberalisme (didukung humanisme) selaku ideologi subordinat dan otoritarianisme (didukung etnosentrisme) selaku ideologi dominan ialah saling bersubordinasi. Subordinasi dilakukan dengan cara negosiasi dari internalisasi nilai-nilai ideologi dominan sehingga secara sukarela tercapai konsensus terselubung. Artinya, kekuasaan otoriter tidak hanya dipertahankan melalui kekerasan, tetapi juga melalui pengaruh ideologis yang membentuk kesadaran kolektif masyarakat. Kata kunci: formasi ideologi, interaksi antarideologi, dominasi, hegemoni.