Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Melalui Keterampilan Kewirausahaan Pembuatan Stik Pepaya di Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Hibali, La Ode Zulfikar; Arsal, Laode Muhammad; Arsyiah, Wa Ode; Darmin, La Ode Dwiyan Pramono; Ambarwati, Wd; Yusrida, Yusrida; Lisna, Wa; Meli S., Meli S.
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v3i2.2020

Abstract

Pemberdayaan perempuan melalui keterampilan kewirausahaan pembuatan stik pepaya di Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas kewirahusaan berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sebuah proses dan hasil dari pemberdayaan perempuan  melalui Pelatihan kewirahusaan berupa produk stick pepaya di Desa Poogalampa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhdap kelompok perempuan yang melakukan pelatihan kewirahusaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola pepaya sebagai potensi lokal menjadi  sebuah produk yang bernilai jual tambah. Produk stick pepaya berhasil di kembangkan menjadi sebuah ide usaha lokal untuk menjadi sumber pendapatan bagi kelompok perempuan. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan ini masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan modal, keterampilan pemasaran, serta waktu akibat peran perempuan dalam lingkup domestik keluarga. Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu meningkatkan pelatihan yang berkelanjutan, pendampingan manajemen usaha, pengembangan jaringan pemasaran, serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat. Kesimpulan dari penilitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan produk stik pepaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemandirian ekonomi dan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, sehingga hal ini berpotensi dapat menunjang pembangunan desa yang berkelanjutan.
Implementasi Aksi Clean Up untuk Meningkatkan Kesadaran dan Kebersihan Lingkungan Pesisir di Desa Watorumbe, Kabupaten Buton Tengah muhammad alwi, alwi; Ode Abdul Gamsir, La; Muliati, Eka; Zumar Timboubo, Muh.; Nur Andini, Vika; Fitria Mukti, Elisa; Fiqih, Muhamad; Arman, Arman; Salman, Salman; Hidayat, Rian; Rahman Malsina, Abdul; Sayia, Sayia; Rafiah, Siti; Lisna, Wa; Niati, Wa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i3.4115

Abstract

The coastal clean-up activity in Watorumbe Village, Central Mawasangka District, Central Buton Regency, aimed to reduce waste pollution in coastal areas while increasing community awareness of environmental cleanliness. The program was conducted on August 10, 2025, involving students, environmental communities, and local residents. The methods included preparation, implementation, and waste collection and disposal to the final landfill. The results indicated active participation of around 60 people, collecting approximately ten large garbage bags of plastic and organic waste. Positive impacts included improved coastal cleanliness, reduced health risks caused by waste, and strengthened community cooperation and environmental concern. However, challenges such as limited waste management facilities and low awareness among some residents remain. Therefore, regular clean-up programs, adequate supporting facilities, and continuous environmental education are recommended to maintain coastal cleanliness sustainably.