Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aquatic Insect Diversity as Bioindicators of Water Quality in Organic Inorganic Rice Fields, Pringsewu, Lampung: Keanekaragaman Serangga Air sebagai Indikator Kualitas Air di Sawah Organik Anorganik di Pringsewu Lampung Pramudita, Rima; Dania Pratami, Gina; Meidaliyantisyah; Handayani, Kusuma
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/j-bekh.v12i2.424

Abstract

The diversity of aquatic insects serves as an important indicator for assessing the quality of agricultural ecosystems, particularly in organic and conventional (non-organic) rice fields. Organic farming, which relies on natural inputs, tends to support greater biodiversity, whereas conventional farming may reduce it due to the use of chemical substances.   This   study   aimed   to   examine   the diversity, dominance, evenness, and environmental factors influencing the presence of aquatic insects in two types of agricultural systems in Tulung Agung Village, Lampung. The results showed that the organic   rice   fields   had   higher   aquatic   insect diversity, with a diversity index (H') of 2.3386, a dominance index (D) of 0.058, and an evenness index (E) of 0.9411. In contrast, the conventional rice fields showed a diversity index (H') of 0.9743, a dominance index (D) of 0.5188, and an evenness index (E) of 0.3312. Environmental factors had no significant effect on aquatic insects in the organic fields, but showed a strong correlation in the conventional fields, with a correlation value (r) of 0.905 and a significance value (p) of 0.035. These findings highlight that organic farming systems are better able to support a more stable aquatic ecosystem balance.
Analisis life cycle assessment (LCA) produksi biobriket dari bonggol jagung dengan perekat tapioka Harmiansyah; Meidaliyantisyah; Ferlin, Fachrina Edriyanti; Hasbi, Hafiz; Nabila, Innez; Fazira, Angel Era
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 21 No 1 (2026): April
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/jtmi2112026126

Abstract

Energi terbarukan menjadi salah satu inovasi yang efektif untuk mengatasi keterbatasan energi yang bersumber dari fosil seperti batu bara. Energi biomassa dengan memanfaatkan limbah seperti bonggol jagung menjadi biobriket telah banyak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi oleh konsumen, namun diperlukan kajian yang komprehensif untuk menganalisis dampak lingkungan pada proses produksi biobriket. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak lingkungan pada proses produksi biobriket bonggol jagung dengan perekat tapioka. Metodologi penelitian ini terdiri dari 4 langkah meliputi: definisi tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, analisis dampak lingkungan, dan interpretasi data. Penelitian ini menggunakan 3 impact kategori yaitu marine aquatic ecotoxity, abiotic depletion, dan global warming serta aplikasi openLCA digunakan untuk simulasi analisis dampak lingkungan. Hasil LCA menunjukkan bahwa tahap karbonisasi, terutama penggunaan diesel, berkontribusi signifikan terhadap emisi. Oleh karena itu, perbaikan direkomendasikan, seperti penggantian bahan bakar diesel dengan alternatif yang ramah lingkungan, peningkatan efisiensi energi, dan eksplorasi metode karbonisasi berkelanjutan. Metode LCA digunakan untuk memberikan pandangan komprehensif terkait keberlanjutan biobriket, dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam tentang efisiensi dan dampak lingkungan. Implementasi perbaikan diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan produk.