Perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mentransformasi lanskap periklanan digital, terutama dalam industri ekonomi kreatif yang mengandalkan inovasi dan kreativitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam strategi manajemen pemasaran serta mengidentifikasi kesenjangan adopsinya di kalangan pelaku usaha kreatif. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti protokol PRISMA, kajian ini menyintesis 35 artikel terpilih dari publikasi tahun 2019–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI mengubah paradigma pemasaran dari pendekatan intuitif menjadi berbasis data (data-driven), meningkatkan efisiensi operasional hingga 91,68%, Return on Investment (ROI) sebesar 33,34%, dan conversion rate hingga 42,3% melalui hiperpersonalisasi. Namun, ditemukan kesenjangan adopsi yang signifikan antara perusahaan besar dan UMKM, yang berdampak pada disparitas kinerja UMKM dengan adopsi AI tinggi mengalami peningkatan penjualan rata-rata 21,7%, sementara yang rendah hanya 9,1%. Hambatan utama meliputi literasi digital terbatas, kendala finansial, dan infrastruktur teknologi yang tidak merata. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kolaboratif yang holistik antara pemangku kebijakan, industri, dan akademisi untuk meningkatkan literasi digital, akses teknologi, dan kerangka etika guna mengoptimalkan potensi AI secara berkelanjutan dan inklusif bagi daya saing ekonomi kreatif di era digital.