Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kaidah Tafsir: Amar dan Nahi Serta Sighat Taklif Nurul Habibah Arfizeah; Alwizar Alwizar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kaidah tafsir yang berkaitan dengan amar(perintah), nahi(larangan), dan sighat taklif (bentuk pembebanan hukum) dalam Al-Quran sebagai dasar penting dalam memahami makna dan hukum-hukum syariat Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bahasa Al-Quran yang memiliki keindahan dan kedalaman makna. kebutuhan akan pemahaman yang tepat terhadap gaya bahasa Al-Quran sehingga diperlukan kaidah yang tepat agar tafsir tidak menyimpang dari maksud yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian menujukkan bahwa amar dalam Al-Quran tidak selalu bermakna kewajiban, melainkan dapat mengandung makna lain seperti do'a, irsyad(bimbingan), ibahah (kebolehan), tahdid(ancaman) dan sebagainya, tergantung pada konteks ayat. Nahi tidak selalu bermakna larangan mutlak, tetapi dapat bermakna doa, penghiburan, atau penegasan. Adapun sighat taklif mencakup bentuk lafaz yang menujukkan pembebanan hukum kepada mukallaf baik berupa perintah maupun larangan meskipun tidak mengunakan bentuk amar atau nahi secara ekplisif. Kkesimpulannya pemahaman terhadap kaidah amar, nahi, dan sighat taklif memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan makna ayat-ayat al-quran serta menjadi pedoman bagi penafsir dalam menafsirkan teks secara tepat dan sesuai dengan maksud syariat.
Epistemologi dan Integrasi : Interpedensi Metakosmos, Makrokosmos, Mikrokosmos, Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nurul Habibah Arfizeah; Amril M; Eliza Putri Ardiah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan epistemologi serta interpedensi antara makrokosmos, mikrokosmos, dan metakosmos, serta bagaimana ketiga dimensi kosmik tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini enggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menelaah konsep-konsep kosmologi Islam yang menempatkan Tuhan sebagai metakosmos, alam semesta sebagai makrokosmos, dan manusia sebagai mikrokosmos yang saling terkait epistemologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam tidak hanya bersumber dari akal dan pengalaman empiris, tetapi juga dari wahyu sebagai fondasi utama pengetahuan. Integrasi ketiga realitas kosmik dalam pembelajaran PAI menghasilkan pendekatan holistik yang menghubungkan kecerdasan qauliyah (wahyu), kauniyah (alam), dan insaniyah (potensi manusia). Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk memahami relasi Tuhan–alam–manusia secara komprehensif, sehingga pembelajaran PAI tidak hanya membentuk aspek kognitif, tetapi juga spiritual, moral, dan ekologis. Penelitian ini menegaskan bahwa interpedensi trilogi kosmos menjadi dasar penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang utuh dan transendental.
Mental Health in the Perspective of Hadith Eliza Putri Ardiah; Alfiah; Nurul Habibah Arfizeah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4636

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, yang mencakup tidak hanya kesejahteraan fisik dan psikologis tetapi juga kesejahteraan spiritual. Fenomena globalisasi dan kemajuan teknologi telah memberikan dampak signifikan pada kehidupan manusia, termasuk peningkatan tekanan psikologis, stres, dan gangguan emosional. Dalam konteks ini, Islam, melalui Al-Qur'an dan Hadits, memberikan panduan komprehensif untuk menjaga kesehatan mental, menekankan ketenangan, pengendalian emosi, dan kedamaian pikiran. Studi ini bertujuan untuk meneliti konsep kesehatan mental dari perspektif hadits Nabi Muhammad (saw). Metode yang digunakan adalah riset pustaka, dengan menelaah buku, jurnal, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits Nabi menekankan pentingnya menjaga hati, kesabaran, zikir (mengingat Allah), optimisme, dan husnudzon (pikiran yang memaafkan) sebagai dasar kesehatan mental. Hadits juga menawarkan solusi praktis untuk menghadapi tekanan hidup melalui ibadah, pengendalian emosi, dan penguatan hubungan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesehatan mental, menurut hadits, bukan hanya ketiadaan gangguan mental tetapi mencakup keseimbangan spiritual, emosional, dan sosial yang membimbing manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kata kunci : Konsep, Kesehatan Mental, Perspektif Hadits