Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MI TARBIYATUL AULAD Oktaviana Indriastuti; Muhammad Zacky Ramadhani; Syahidah Asma Amanina; Badrus Zaman
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan secara kognitif, tetapi juga menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MI Tarbiyatul Aulad serta dampaknya terhadap pemahaman akidah, pengamalan akhlak, dan motivasi belajar siswa. Penelitian kualitatif ini dilakukan selama dua minggu melalui observasi partisipasi, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, dan guru kelas 1-4, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KBC dimulai dari perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai cinta dalam silabus dan RPP, dilanjutkan dengan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui metode storytelling, problem-based learning, cooperative learning, dan penggunaan media visual "Empat Kata Ajaib". Evaluasi dilakukan secara holistik melalui observasi, penilaian diri, penilaian antarteman, dan jurnal refleksi. Dampak signifikan terlihat pada peningkatan pemahaman akidah yang menyentuh dimensi afektif, perubahan perilaku akhlak terpuji seperti empati dan toleransi, serta meningkatnya antusiasme belajar siswa. Inovasi pembiasaan melalui apel pagi dan media visual terbukti efektif membentuk karakter berbasis cinta kasih.
STUDI KOMPARATIF METODE ISTINBATH MAZHAB SYAFI'I DAN HANAFI DALAM MASALAH MUAMALAH KONTEMPORER Lutfi Chakim; Naila Humnati Rosyidah; Syahidah Asma Amanina; Hariirotus Sa’diyyah; Siyono
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.63307

Abstract

Abstrak Perkembangan muamalah kontemporer memunculkan bentuk transaksi baru yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam metodologi fikih klasik, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana metode istinbath Mazhab Syafi’i dan Hanafi dapat digunakan untuk menjawab problem ekonomi modern. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan metode istinbath kedua mazhab serta menilai relevansinya dalam isu kontemporer seperti transaksi digital, akad daring, dan aset digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan melalui analisis komparatif terhadap literatur ushul fikih klasik dan kajian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mazhab sama-sama berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, dan qiyas, dengan Mazhab Syafi’i yang lebih tekstual dan ketat, sementara Mazhab Hanafi lebih rasional dan fleksibel melalui penerapan istihsan dan ‘urf. Perbedaan ini menghasilkan variasi penetapan hukum pada kasus digital seperti e-wallet, jual beli online, dan cryptocurrency. Penelitian ini menyarankan integrasi antara kehati-hatian metodologis Syafi’i dan fleksibilitas Hanafi sebagai dasar perumusan hukum muamalah modern yang adaptif serta sesuai prinsip syariah. Kata Kunci: Istinbath hukum, Mazhab Syafi’i, Mazhab Hanafi, Muamalah Kontemporer, Transaksi digital   Abstract Contemporary muamalah developments have given rise to new forms of transactions that are not fully accommodated in classical fiqh methodology, raising questions about how the istinbath methods of the Shafi'i and Hanafi schools of thought can be used to address modern economic problems. This study aims to identify the differences and similarities between the istinbath methods of the two schools of thought and assess their relevance to contemporary issues such as digital transactions, online contracts, and digital assets. The study uses a qualitative approach based on a literature review through a comparative analysis of classical usul fiqh literature and contemporary studies. The results show that both schools adhere to the Qur'an, Sunnah, ijma', and qiyas, with the Shafi'i school being more textual and strict, while the Hanafi school is more rational and flexible through the application of istihsan and 'urf. These differences result in variations in the determination of laws in digital cases such as e-wallets, online buying and selling, and cryptocurrency. This research suggests integrating the methodological caution of the Shafi'i school with the flexibility of the Hanafi school as the basis for formulating adaptive modern muamalah laws that are consistent with Shariah principles. Keywords: Legal istinbath, Mazhab Syafi’i, Mazhab Hanafi, Contemporary muamalah, Digital transactions