Islam di Amerika Serikat berkembang dalam konteks sosial yang plural, demokratis, dan sarat dinamika politik global, khususnya pada era kontemporer pasca peristiwa 11 September 2001. Kondisi ini menempatkan komunitas Muslim sebagai kelompok minoritas yang menghadapi tantangan berupa Islamofobia, diskriminasi struktural, serta representasi negatif di ruang publik, sekaligus membuka peluang partisipasi sosial dan kewargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Islam di Amerika Serikat pada era kontemporer, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi umat Islam, serta menelaah strategi adaptasi dan kontribusi sosial yang dibangun dalam masyarakat plural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui penelaahan buku ilmiah, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menekankan konteks historis, sosial, dan politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam di Amerika berkembang melalui proses adaptasi kreatif yang ditandai dengan penguatan institusi keagamaan, meningkatnya partisipasi politik dan masyarakat sipil, serta keterlibatan aktif dalam dialog lintas agama dan isu keadilan sosial. Meskipun menghadapi tekanan eksternal dan tantangan internal, komunitas Muslim Amerika mampu meneguhkan identitas keislaman yang kontekstual dan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam di Amerika tidak hanya bertahan sebagai identitas minoritas, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam membangun masyarakat multikultural yang adil dan demokratis.