Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kesehatan masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, terutama pada masyarakat yang bergantung pada air sumur. Permasalahan utama yang sering dijumpai adalah rendahnya kualitas air akibat tingginya kandungan logam besi (Fe) dan mangan (Mn) serta buruknya kualitas fisik air, seperti kekeruhan, warna, dan bau. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan apabila air digunakan secara terus menerus tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh proses filtrasi air berbasis material alami jerami terhadap penurunan kandungan Fe dan Mn secara indikatif, meningkatkan kualitas fisik air, serta menentukan kombinasi media filtrasi yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen sederhana melalui perbandingan kondisi air sebelum dan sesudah proses filtrasi. Sistem filtrasi dirancang menggunakan media alami dan mineral yang disusun secara berlapis, meliputi jerami, arang sekam padi, karbon aktif, pasir silika, kerikil zeolit, dan spons Aquadine. Parameter yang diamati meliputi kekeruhan, warna, dan bau air, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan skor penilaian kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses filtrasi memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas air sumur. Terjadi penurunan indikatif kandungan Fe dan Mn yang ditunjukkan oleh berkurangnya bau logam dan warna kekuningan air. Kualitas fisik air mengalami peningkatan signifikan, ditandai dengan air yang lebih jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Kombinasi media filtrasi berlapis terbukti lebih efektif dibandingkan penggunaan media tunggal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem filtrasi air berbasis material alami jerami merupakan solusi sederhana, ekonomis, dan aplikatif dalam meningkatkan kualitas air sumur, sehingga berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.