Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stimulasi Empati Melalui Kegiatan Mendongeng Pada Anak Usia Dini Madyan; Eko Gunawan Putra; Khairun Nisa Nabila; Rinda Emelia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3393

Abstract

Pembelajaran empati melalui mendongeng pada anak usia dini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman emosional dan sosial mereka, tetapi juga memperkuat keterampilan interpersonal yang sangat diperlukan untuk kehidupan mereka kelak. Dengan mendongeng anak-anak dapat mengembangkan kecerdasan emosional, mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan teman sebayanya, serta memberikan mereka pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai sosial. Tujuan dari penulisan ini yaitu menjelaskan bagaimana kemampuan empati anak usia dini berkembang melalui aktivitas interaktif yang menyenangkan serta meningkatkan keterampilan sosial dan emosional anak dengan permainan bahasa yang merangsang pemahaman perasaan orang lain. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis temuan-temuan dari berbagai sumber yang relevan. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai penelitian-penelitian sebelumnya dan untuk mendukung argumentasi yang didasarkan pada literatur yang valid. Dengan peran serta orang tua dan pendidik dalam memilih cerita yang tepat dan mendiskusikannya dengan anak, proses pembelajaran ini akan lebih efektif dalam membentuk karakter empatik yang akan berguna sepanjang hidup anak. mendongeng merupakan metode yang sangat efektif dalam mengembangkan empati pada anak usia dini. Melalui cerita, anak-anak tidak hanya dapat belajar mengenali dan memahami perasaan orang lain, tetapi juga dilatih untuk meresponsnya dengan cara yang penuh perhatian. Dengan adanya diskusi dan bimbingan dari orang tua atau pendidik, proses ini dapat memperkuat kemampuan sosial dan emosional anak.
Studi Literatur Konsep Kurikulum Merdeka Pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Khairun Nisa Nabila; Nurula Ikrima Fitr; Eko Gunawan Putra; Yusria
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.57850

Abstract

Curriculum is the spirit in organizing the learning process in educational units, so it is only natural that improvements and transformations continue to occur in a curriculum. Currently, the independent curriculum was coined as part of the solution to improve teaching and learning in Indonesia. This independent curriculum is closely related to the concept of independent learning which provides flexibility in learning for students. This article aims to discuss the concept of an independent curriculum, especially at the PAUD level. This study uses a qualitative descriptive method with literature studies used to collect data. The research findings show that the concept of an independent curriculum allows students to become centers of learning that have the opportunity to explore the environment around them with the guidance of an educator. Project-based learning is a learning model that can support the concept of "free learning" for students. The Pancasila student profile is also an innovation in the independent curriculum, covering 6 dimensions. Assessment and learning outcomes in the independent curriculum refer to the reference standards of the National Education Standards which are then referred to as learning outcomes, including religious and character values, self identity or identity, as well as the basics of literacy and STEAM (science, technology, engineering, art and mathematics).