Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Organisasi Keagamaan Dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Sukma Anum; Putri Ayyu Asmarallaun; Janet Azahara; Ahmad Daffaa Husni Labib; Muhlisin, Muhlisin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi keagamaan mahasiswa dalam membentuk dan memperkuat sikap moderasi beragama di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya isu radikalisme dan pandangan keagamaan eksklusif di lingkungan pendidikan tinggi, sehingga organisasi keagamaan dipandang sebagai agen strategis dalam proses internalisasi nilai keagamaan yang inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap pengurus dan anggota organisasi keagamaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi keagamaan seperti PMII, IPNU/IPPNU, LPTQ, dan organisasi serupa menjalankan fungsi pembinaan keagamaan melalui kajian tematik, kaderisasi, forum diskusi lintas pemikiran, serta kegiatan sosial keagamaan yang melibatkan masyarakat. Proses tersebut menjadi sarana internalisasi nilai moderasi beragama yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman mahasiswa tentang komitmen kebangsaan, toleransi, penyelesaian konflik secara damai, dan penerimaan terhadap budaya lokal. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam organisasi keagamaan juga mendorong lahirnya sikap keberagamaan yang reflektif, kritis, dan kontekstual. Dengan demikian, organisasi keagamaan memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung visi perguruan tinggi Islam untuk mencetak lulusan yang moderat, berwawasan kebangsaan, dan mampu menghadapi dinamika masyarakat majemuk.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PAI BERDIFERENSIASI DI SMA MELALUI INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE: TINJAUAN PUSTAKA Ahmad Daffaa Husni Labib; Putri Sulistyo, Zuhrifa; Rohmatunni’mah; Abdul Adhim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52286

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang baru dalam transformasi pembelajaran, termasuk pada Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam PAI masih menghadapi tantangan berupa keberagaman kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran PAI berdiferensiasi melalui integrasi Artificial Intelligence. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui kajian terhadap jurnal ilmiah, buku, dan penelitian relevan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi melalui pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, personalisasi materi, aktivitas, dan asesmen pembelajaran, serta pemberian umpan balik yang adaptif. Integrasi AI juga berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik, hasil belajar, serta mendukung internalisasi nilai-nilai keagamaan melalui pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Meskipun demikian, peran guru tetap menjadi faktor utama dalam membimbing, menanamkan nilai-nilai Islam, serta membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Oleh karena itu, integrasi AI dapat menjadi inovasi strategis dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi di SMA.