Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Sistematis Cocrystal Obat Sebagai Upaya Peningkatan Kelarutan Dan Bioavailbilitas: Analisis Lima Studi Terbaru: A Systematic Review of Drug Cocrystals as an Effort to Improve Solubility and Bioavailability: Analysis of Five Recent Studies Ika Lismayani Ilyas; Retno Wahyuningrum; Ines Septiani Pratiwi; Kevin Gilberth Roganda Putra; Arabiah; Isni Sri Wahyuni; Selvia Susantri Kaley; Murni; Ni Luh Gede Sartika; Nur Elisa; Indri. R; Nidaul Husna; Putri Ramadhani Salsabila; Milka Verawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9523

Abstract

Kelarutan yang rendah menjadi masalah pada lebih dari 40% obat, khususnya BCS Kelas II seperti Piroksikam, Kuersetin, Albendazol, dan Pirimetamin, sehingga membatasi bioavailabilitas dan efektivitas terapi. Tujuan tinjauan sistematis ini adalah menganalisis modifikasi fisika, yaitu pembentukan kristal multikomponen atau cocrystal, sebagai strategi peningkatan kelarutan dan disolusi obat. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar dan ScienceDirect yang menghasilkan lima artikel utama yang relevan, dengan fokus pada cocrystal Piroksikam-Nikotinamida, Kuersetin-Asam Glikolat, Albendazol-Asam Malat, dan Pirimetamin-Asam Fumarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan cocrystal berhasil mengubah karakteristik fisikokimia obat, ditandai dengan perubahan titik lebur, pergeseran spektrum FTIR, dan terbentuknya fase padat baru (analisis XRPD/PXRD). Secara signifikan, teknik ini meningkatkan kelarutan obat dengan kelarutan rendah (misalnya, Albendazol meningkat hingga 115 kali lipat dalam air) dan laju disolusi. Teknik cocrystalisasi terbukti sangat efektif dan menjanjikan, terutama dengan pemilihan koformer hidrofilik yang tepat, untuk mengatasi masalah kelarutan dan bioavailabilitas obat BCS Kelas II.