Penelitian ini menganalisis pengaruh ukuran partikel secara komprehensif mensintesis temuan-temuan dari studi kritis dalam formulasi farmasi padat, dengan fokus pada peran fundamental Critical Material Attributes (CMA), khususnya distribusi ukuran partikel (DAP) dan morfologi dalam memengaruhi kualitas fisik, kinerja pelepasan obat, dan farmakokinetik sediaan tablet. Hasil studi menunjukkan bahwa DAP merupakan faktor determinan dalam modulasi disolusi, di mana pengurangan ukuran partikel Metronidazol (melalui penggilingan) secara langsung meningkatkan laju disolusinya. Dampak ini meluas ke sistem pelepasan terkontrol; laju pelepasan Karvedilol dari tablet matriks yang diproduksi melalui roller compaction sangat dipengaruhi oleh DAP granul, di mana kecepatan roll yang lebih lambat dan DAP yang lebih besar cenderung memperlambat pelepasan. Secara biofarmasi, ukuran partikel serbuk tablet Oksikodon Extended-Release Abuse-Deterrent (ER-AD) yang digiling terbukti menjadi penentu farmakokinetik (PK) setelah insuflasi nasal, di mana partikel yang lebih halus meningkatkan konsentrasi plasma puncak (Cmax) dan paparan sistemik total. Selain itu, pada mini-tablet, DAP eksipien meskipun memiliki efek terbatas pada sifat fisik umum, namun menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai kekuatan hancur (crushing strength). Untuk memfasilitasi pengendalian mutu ini, studi menunjukkan bahwa teknik in-situ seperti pencitraan hiperspektral Raman berbasis fiber-array adalah alat yang efektif dan selektif secara kimiawi untuk memantau ukuran, bentuk, dan distribusi API dalam matriks tablet. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengendalian yang ketat terhadap DAP dan CMA adalah prasyarat penting untuk memastikan kualitas fisik dan performa terapeutik yang konsisten pada berbagai jenis formulasi tablet.