Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) ISPA DI WILAYAH PESISIR BELAWAN BERDASARKAN DATA SURVEILANS BULANAN Br Ginting, Hutri Agustina; Gurusinga , Rizka Azura Efsa; Siti Yasmine Raqiqah Djais; Hasibuan , Wulan; Zahratul Ulya; Nofi Susanti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9784

Abstract

Penelitian ini menganalisis potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah pesisir Belawan berdasarkan data surveilans kesehatan kerja bulanan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi pola kejadian ISPA, menentukan kecenderungan peningkatan kasus, serta mengevaluasi faktor temporal yang dapat memengaruhi dinamika penyakit di lingkungan kerja pesisir. Kondisi lingkungan yang lembap, kepadatan hunian, serta paparan risiko kerja menjadikan ISPA sebagai penyakit yang dominan dilaporkan pada pekerja di kawasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan memanfaatkan data sekunder dari Laporan Bulanan Kesehatan Pekerja (LBKP) periode Oktober 2025. Analisis meliputi perhitungan angka insidensi, proporsi masing-masing penyakit, dan penetapan indikasi outbreak melalui perbandingan dengan ambang batas epidemiologis. Variabel utama mencakup jumlah kasus ISPA sebagai penyakit dengan frekuensi tertinggi dibandingkan penyakit umum lainnya. Hasil menunjukkan ISPA merupakan kasus terbanyak, yaitu 30 dari 96 laporan penyakit umum (31,25%), melampaui hipertensi dan febris. Dominasi kasus ini mengindikasikan potensi KLB yang berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir dan musim hujan. Tidak ditemukan kasus penyakit akibat kerja, namun tingginya kasus ISPA menegaskan kerentanan pekerja terhadap infeksi pernapasan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sistem surveilans bulanan efektif dalam mendeteksi peningkatan kasus ISPA. Upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi kesehatan, perbaikan ventilasi, dan penguatan koordinasi antar-Pos UKK untuk mencegah terjadinya KLB di masa mendatang.
Penerapan Prinsip Ergonomi dalam Meningkatkan Kenyamann dan Kesehatan Kerja di Warung Makan Br Purba , Saskia Khairunnisa; Natasya Aulia; Marsha Aulia Syaputri; Gurusinga , Rizka Azura Efsa; Rahmi Wardani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9792

Abstract

Penerapan prinsip ergonomi merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan sehat, khususnya pada sektor informal seperti warung makan. Aktivitas kerja yang didominasi oleh posisi berdiri lama, gerakan berulang, serta paparan lingkungan kerja yang panas dan bising berpotensi menimbulkan kelelahan dan gangguan kesehatan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip ergonomi dalam meningkatkan kenyamanan dan kesehatan kerja pekerja warung makan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, serta pengukuran kondisi kerja dan respon fisiologis pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ergonomi di warung makan masih belum optimal, terutama pada aspek sikap kerja, pengaturan lingkungan kerja, dan beban kerja fisik. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya keluhan kelelahan, terutama pada bagian kaki, punggung, dan bahu. Penerapan prinsip ergonomi yang lebih baik, seperti perbaikan tata letak kerja, pengaturan waktu istirahat, serta pengendalian faktor lingkungan, dapat meningkatkan kenyamanan dan kesehatan kerja pekerja. Oleh karena itu, penerapan ergonomi menjadi upaya penting dalam mendukung keselamatan, kesehatan, dan produktivitas kerja di warung makan.