Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Faktor Internal dan Eksternal dalam Meningkatkan Efektivitas Kepemimpinan Fasilitas Kesehatan : The Role of Internal and External Factors in Improving the Effectiveness of Healthcare Facility Leadership Dewi Agustina; Nasution, Fiola Syfa Azura; Br Ginting, Hutri Agustina; Marsha Aulia Syaputri; Nasution, Nursanita; Hutagalung , Nurasiyah Dera Marcela; Guru Singa, Rizka Azura Efsa; Br Purba, Saskia Khairunnisa; Suci Ramahdani; Hasibuan, Wulan; Yulfani Larasati; Zahratul Ulya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8884

Abstract

Kepemimpinan yang efektif merupakan komponen fundamental dalam menentukan keberhasilan pengelolaan fasilitas kesehatan, baik dalam aspek pelayanan, manajemen sumber daya manusia, maupun peningkatan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas kepemimpinan di fasilitas kesehatan. Faktor internal mencakup karakteristik pribadi pemimpin, kompetensi manajerial, motivasi, serta budaya organisasi. Sedangkan faktor eksternal meliputi dukungan kebijakan, dinamika lingkungan kerja, serta partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis dengan penelusuran literatur terkini dari jurnal nasional terakreditasi dan referensi ilmiah internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak hanya bergantung pada kemampuan individual, tetapi juga pada kemampuan adaptif pemimpin dalam merespons faktor eksternal yang dinamis. Integrasi antara faktor internal yang kuat dan dukungan eksternal yang kondusif menghasilkan kepemimpinan transformatif yang mampu meningkatkan kinerja fasilitas kesehatan secara menyeluruh Dengan demikian, penguatan kapasitas pemimpin melalui pengembangan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor menjadi strategi utama dalam menciptakan kepemimpinan yang berdaya saing di era transformasi sistem kesehatan.
Analisis Kejadian Luar Biasa (KLB) Ispa Di Wilayah Pesisir Belawan Berdasarkan Data Surveilans Bulanan: Analysis Of Extraordinaryevents (KLB) Of Ispa In The Belawan Coastal Area Based On Monthly Surveillance Data Nofi Susanti; Br Ginting, Hutri Agustina; Gurusinga , Rizka Azura Efsa; Siti Yasmine Raqiqah Djais; Hasibuan , Wulan; Zahratul Ulya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9784

Abstract

Penelitian ini menganalisis potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah pesisir Belawan berdasarkan data surveilans kesehatan kerja bulanan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi pola kejadian ISPA, menentukan kecenderungan peningkatan kasus, serta mengevaluasi faktor temporal yang dapat memengaruhi dinamika penyakit di lingkungan kerja pesisir. Kondisi lingkungan yang lembap, kepadatan hunian, serta paparan risiko kerja menjadikan ISPA sebagai penyakit yang dominan dilaporkan pada pekerja di kawasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan memanfaatkan data sekunder dari Laporan Bulanan Kesehatan Pekerja (LBKP) periode Oktober 2025. Analisis meliputi perhitungan angka insidensi, proporsi masing-masing penyakit, dan penetapan indikasi outbreak melalui perbandingan dengan ambang batas epidemiologis. Variabel utama mencakup jumlah kasus ISPA sebagai penyakit dengan frekuensi tertinggi dibandingkan penyakit umum lainnya. Hasil menunjukkan ISPA merupakan kasus terbanyak, yaitu 30 dari 96 laporan penyakit umum (31,25%), melampaui hipertensi dan febris. Dominasi kasus ini mengindikasikan potensi KLB yang berkaitan dengan kondisi lingkungan pesisir dan musim hujan. Tidak ditemukan kasus penyakit akibat kerja, namun tingginya kasus ISPA menegaskan kerentanan pekerja terhadap infeksi pernapasan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sistem surveilans bulanan efektif dalam mendeteksi peningkatan kasus ISPA. Upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi kesehatan, perbaikan ventilasi, dan penguatan koordinasi antar-Pos UKK untuk mencegah terjadinya KLB di masa mendatang.