Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PSIKOEDUKASI DAN KATEKESE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DAN SELF HARM PADA REMAJA DI SMP IMMANUEL PONTIANAK Nove, Albertus Hengka; Marpaung, Mega Cristhina Nurhayati; Nonseo, Angela Nofri; Wendi, Hendrianus; Molan, Anselmus Bala
Amare Vol. 4 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/5h4rfq73

Abstract

Tujuan diselenggarakan PkM ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai self harm dan bahaya bullying yang kerap terjadi pada remaja. Metode yang digunakan yaitu Psikoedukasi dan Katakese dengan cara menyampaikan materi tentang bullying dan self halm, dilanjutkan dengan pemberian teknik tapping sebagai bagian dari teknik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Terdapat beberapa langkah dalam pelaksanaan teknik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yaitu the set-up, the tune in, the tapping, nine gamut procedure, dan the tapping again. Kemudian pendekatan selanjutnya adalah katekese  dengan menyampaikan materi bahaya bullying. Lokasi PkM dilaksanakan di SMP Immanuel Pontianak dengan jumlah peserta 210 orang dengan pertimbangan remaja berusia 10-12 tahun, siswa-siswi SMP Immanuel pada kelas VII, siswa-siswi beragama Protestan dan Katolik serta siswa-siswi yang pernah mengalami perilaku bullying dan self harm baik sebagai korban maupun pelaku. Berdasarkan analisis angket evaluasi yang disebarkan kepada 30 peserta dapat diketahui secara psikologis, psikoedukasi meningkatkan pengetahuan peserta, dengan 20 % (6 peserta ) sangat setuju dan 63% (19 peserta) setuju bahwa materi mudah dipahami dan memotivasi untuk mencari dukungan terkait self-harm. Teknik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) membantu membangun resiliensi emosional dengan melatih peserta melepaskan emosi negatif melalui afirmasi dan ketukan tubuh, mengurangi risiko self-harm akibat bullying yang memicu kecemasan dan depresi. Secara spiritual, katekese melalui lima aktivitas : menulis kebaikan diri dan sesama, afirmasi, doa pengampunan, dan komitmen berbasis Kitab Suci semakin memperkuat ketabahan spiritual dalam menyelesaikan suatu permasalahan, melindungi remaja dari dampak bullying melalui resiliensi iman. Namun, 17% (5 peserta) merasa dampak kegiatan cukup, menandakan perlunya intervensi lanjutan untuk mendukung pemahaman holistik yang lebih mendalam.
The Call to Holiness according to Gaudete et Exsultate and its Relevance in the Juniorate Formation of Beoto Mario Borzaga OMI Indonesia Wendi, Hendrianus
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 7 No. 1 April 2026
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v7i1.1026

Abstract

The era of globalisation is characterised by rapid social, cultural, economic, and digital transformations that significantly influence the faith life of believers. These changes often promote individualistic, consumerist, and pragmatic lifestyles that risk distancing people from the Christian call to holiness. In response, Gaudete et Exsultate, issued by Pope Francis, reaffirms the universal call to holiness as concrete, accessible, and rooted in daily life. Holiness is not an elitist ideal reserved for a few, but a way of living grounded in God’s grace and expressed through fidelity in ordinary responsibilities. This study examines and synthesises the concept of holiness in Gaudete et Exsultate with the spirituality of Blessed Mario Borzaga, highlighting its relevance for the formation of OMI Juniors. The research uses a pastoral theology approach with a qualitative method through literature review. The findings show that, according to Pope Francis, holiness is embodied in five key elements: embracing one’s authentic identity, sanctifying daily life, avoiding Gnosticism and Pelagianism, persevering in goodness, and living the Beatitudes. These dimensions are clearly reflected in the life of Blessed Mario Borzaga as priest, missionary, and martyr. The synthesis offers a reflective and practical framework for OMI Junior formation, ensuring that holiness becomes not merely a normative ideal but a lived, contextual response to the challenges of globalisation