Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN METODE PENILAIAN OTENTIK UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Sappaile, Baso Intang; Fahrudin, Ahmad; Waliulu, Yuniar Sakinah; Nove, Albertus Hengka; Rachman, Reza Saeful; Utami, Budi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penilaian otentik dalam mengukur kemampuan berpikir kritis mahasiswa di perguruan tinggi. Berfokus pada integrasi konsep berpikir kritis dengan penilaian otentik, penelitian ini mengeksplorasi literatur-literatur terkait untuk mengidentifikasi pendekatan yang dapat meningkatkan validitas evaluasi. Dengan menelaah berbagai metode penilaian otentik, termasuk proyek kolaboratif, studi kasus, dan simulasi situasi kehidupan nyata, penelitian ini menghasilkan sintesis konsep dan metode yang menggambarkan suatu pendekatan komprehensif. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan tugas-tugas otentik yang mencerminkan tantangan kontemporer dan penggunaan rubrik penilaian yang transparan untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dalam perancangan kurikulum pendidikan tinggi guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI DOSEN UNTUK MENANGGAPI TANTANGAN PENDIDIKAN ABAD KE-21 Pertiwi, Triani Patra; Pangestuti, Dheni Dwi; Febrian, Wenny Desty; Nove, Albertus Hengka; Megavitry, Rissa; Imanirubiarko, Sabda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25779

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi strategi pengembangan kompetensi dosen sebagai respons terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi integrasi teknologi, pendekatan pembelajaran aktif, keterampilan interkultural, pendidikan berkelanjutan, kolaborasi industri, dan peran kepemimpinan sebagai aspek kunci dalam mempersiapkan dosen sebagai agen perubahan yang tanggap terhadap perubahan global. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan kompetensi dosen perlu melibatkan strategi holistik yang mencakup aspek teknis, akademis, dan sosial-kultural. Integrasi teknologi pembelajaran, pendekatan pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara aktif, dan pengembangan keterampilan interkultural dosen menjadi fokus penting. Selain itu, pendidikan berkelanjutan, kolaborasi dengan industri, dan peran kepemimpinan institusi pendidikan mendukung pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan. Saran penelitian mencakup perlunya institusi pendidikan menyediakan dukungan yang lebih baik dalam hal fasilitas dan pelatihan, serta mendukung inovasi dan kolaborasi yang lebih erat antara dosen dan industri. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kompleksitas tantangan dan strategi pengembangan kompetensi dosen di era pendidikan modern.
PSIKOEDUKASI DAN KATEKESE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DAN SELF HARM PADA REMAJA DI SMP IMMANUEL PONTIANAK Nove, Albertus Hengka; Marpaung, Mega Cristhina Nurhayati; Nonseo, Angela Nofri; Wendi, Hendrianus; Molan, Anselmus Bala
Amare Vol. 4 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/5h4rfq73

Abstract

Tujuan diselenggarakan PkM ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai self harm dan bahaya bullying yang kerap terjadi pada remaja. Metode yang digunakan yaitu Psikoedukasi dan Katakese dengan cara menyampaikan materi tentang bullying dan self halm, dilanjutkan dengan pemberian teknik tapping sebagai bagian dari teknik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Terdapat beberapa langkah dalam pelaksanaan teknik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yaitu the set-up, the tune in, the tapping, nine gamut procedure, dan the tapping again. Kemudian pendekatan selanjutnya adalah katekese  dengan menyampaikan materi bahaya bullying. Lokasi PkM dilaksanakan di SMP Immanuel Pontianak dengan jumlah peserta 210 orang dengan pertimbangan remaja berusia 10-12 tahun, siswa-siswi SMP Immanuel pada kelas VII, siswa-siswi beragama Protestan dan Katolik serta siswa-siswi yang pernah mengalami perilaku bullying dan self harm baik sebagai korban maupun pelaku. Berdasarkan analisis angket evaluasi yang disebarkan kepada 30 peserta dapat diketahui secara psikologis, psikoedukasi meningkatkan pengetahuan peserta, dengan 20 % (6 peserta ) sangat setuju dan 63% (19 peserta) setuju bahwa materi mudah dipahami dan memotivasi untuk mencari dukungan terkait self-harm. Teknik Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) membantu membangun resiliensi emosional dengan melatih peserta melepaskan emosi negatif melalui afirmasi dan ketukan tubuh, mengurangi risiko self-harm akibat bullying yang memicu kecemasan dan depresi. Secara spiritual, katekese melalui lima aktivitas : menulis kebaikan diri dan sesama, afirmasi, doa pengampunan, dan komitmen berbasis Kitab Suci semakin memperkuat ketabahan spiritual dalam menyelesaikan suatu permasalahan, melindungi remaja dari dampak bullying melalui resiliensi iman. Namun, 17% (5 peserta) merasa dampak kegiatan cukup, menandakan perlunya intervensi lanjutan untuk mendukung pemahaman holistik yang lebih mendalam.