Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Institusi Realisasi Madrasah Aman Bencana: Penerapan Multidisiplin Di Ma Darul Huda Sumbermanjing Wetan Saida Munawwaroh; Bisyarotul Masfufah; Intan Karisma; Nadia Nabila
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i1.8571

Abstract

MA Darul Huda Sumbermanjing Wetan, Malang Regency, is located in an area prone to earthquakes and tsunamis, necessitating a comprehensive preparedness model because Indonesia is a region with a high level of geological disaster vulnerability, particularly in the southern coastal areas of Java. The aim of this research is to evaluate efforts to establish a Disaster Safe Madrasah (MAB) using a multidisciplinary approach that combines elements of religion, psychology, and science. The research employs a qualitative approach, involving data collection techniques such as in-depth interviews, field observations, and documentation. Data analysis is conducted interactively through the stages of data reduction, presentation, conclusion drawing, and verification, which ensures that the data is valid through triangulation of techniques and sources. The research results indicate that disaster curriculum, evacuation routes, early warning systems, and regular simulations are ways to realize the implementation of the science pillar. The religious pillar helps instill a theological foundation that mitigation is a form of action and social worship. This allows for the elimination of a fatalistic view of disasters. The psychological pillar, on the other hand, focuses on enhancing mental readiness, panic management, and psychosocial support to help community members become stronger. The synergy of these three pillars demonstrates the ability to form a broad mitigation ecosystem, characterized by increased environmental awareness, discipline, cooperation skills, and a reduced likelihood of mass panic among students. This study found that the pesantren-based MAB model at MA Darul Huda builds the mental and spiritual resilience of the madrasah community while also strengthening its structural aspects. This model can serve as an alternative reference for other madrasahs, especially in disaster-prone areas.
UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan: Telaah Kritis Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap Eksistensi Madrasah Swasta Fahim, Ali; Bisyarotul Masfufah; Muhammad Zaironi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art13

Abstract

Madrasah swasta di Indonesia telah lama bergantung pada yayasan sebagai wadah hukum dan kelembagaan utamanya. UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, yang diubah dengan UU No. 28 Tahun 2004, lazim dipandang sebagai regulasi yang memberikan kerangka hukum jelas bagi lembaga-lembaga tersebut dalam sistem pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini menelaah secara kritis apakah kejelasan normatif itu benar-benar berimplikasi pada keterjaminan eksistensi madrasah swasta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis dokumen hukum, regulasi kebijakan, dan literatur akademik yang diterbitkan antara 2013 hingga 2025, melalui analisis isi dan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan kesenjangan nyata antara tuntutan normatif UU, meliputi struktur organ tiga lapis, pelaporan keuangan formal, dan pengesahan Kemenkumham, dengan kapasitas kelembagaan aktual mayoritas yayasan penyelenggara madrasah. Banyak pengurus yayasan mengetahui keberadaan UU namun tidak memahami kewajiban substantifnya. Madrasah yang bertahan justru mengandalkan modal sosial dan spiritual, bukan kepastian hukum. Penelitian ini membantah secara parsial kesimpulan Muliadi dan Nasri (2025), dengan berargumen bahwa ketentuan UU 16/2001 lebih tepat dipahami sebagai beban kepatuhan daripada perlindungan eksistensi bagi madrasah swasta berskala kecil berbasis komunitas.