Irawan, Rondi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN LITERASI MEDIA DIGITAL UNTUK PENDIDIKAN AGAMA YANG BERKUALITAS Irawan, Rondi; Idrus, Abdul Wahid; Rosnidarwati, Rosnidarwati; Andayani, Sri; Muarrif, Muhammad Riza
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2611

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, literasi media digital menjadi keterampilan penting dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama. Artikel ini mengkaji konsep dan implementasi literasi media digital dalam pendidikan agama untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran. Literasi media digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga mencakup keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi keagamaan secara kritis dan bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi dan platform digital memungkinkan pembelajaran agama disajikan secara lebih interaktif dan mudah diakses. Namun, maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak valid dan hoaks di media sosial menuntut penguatan kemampuan berpikir kritis pada pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan literasi digital dan pendidikan agama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan analisis kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi literasi media digital dalam kurikulum pendidikan agama mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, serta menumbuhkan sikap selektif dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi informasi digital. Artikel ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi keagamaan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang aman, berkualitas, dan bermartabat. Dengan demikian, penguatan literasi media digital diharapkan dapat menjadikan pendidikan agama lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai spiritual dan moral generasi muda.
PERAN PLATFORM MEDIA SOSIAL DALAM DAKWAH DIGITAL BAGI GURU DI PESANTREN DARUSSALAM GONTOR 8 ACEH Syahputra, Rizky; Sumarli, Sumarli; Irawan, Rondi; Idrus, Abdul Wahid; Yusliani, Hamdi
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2644

Abstract

Dakwah digital melalui platform media sosial memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan penyampaian pesan keagamaan, termasuk di kalangan guru pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis platform media sosial yang digunakan, jenis konten dakwah yang diminati, tingkat efektivitas dakwah digital, serta tantangan yang dihadapi oleh guru Pesantren Darussalam Gontor 8 Seulimum, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah sepuluh orang guru pesantren. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan dengan membandingkan dan mengkaji temuan dari berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform YouTube, TikTok, dan Instagram menjadi media yang paling banyak dimanfaatkan untuk mengakses konten dakwah. Konten berupa video ceramah dan podcast merupakan jenis konten yang paling diminati. Dakwah digital dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta memberikan inspirasi terhadap perubahan sikap dan perilaku religius guru pesantren. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan literasi teknologi dan maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak valid (hoaks). Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi dakwah digital yang kreatif, edukatif, dan kolaboratif guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan dakwah di lingkungan pesantren..