Saragih, Jovanka Happy Christine
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dialog Pada Film “Tulang Belulang Tulang” Karya Sammaria Sari Simanjuntak (Kajian Pragmatik) Saragih, Jovanka Happy Christine; Sirait, Jumaria; Siregar, Junifer; Tambunan, Marlina Agkris; Saragih, Vita Riahni
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i2.1295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap layanan Paylater di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari 305 orang. Berdasarkan hasil analisis dialog dalam film Tulang Belulang Tulang karya Sammaria Sari Simanjuntak, dapat disimpulkan bahwa dialog-dialog yang muncul dalam film ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam membangun makna naratif, mengungkap karakter tokoh, serta menampilkan dinamika sosial dan emosional dalam keluarga Batak. Dialog tidak sekadar menjadi alat komunikasi antar tokoh, tetapi menjadi sarana utama untuk memaparkan konflik, nilai, serta perubahan psikologis yang dialami para karakter sepanjang alur cerita.Dialog antara tokoh-tokoh seperti Mami, Cian, Papi, dan Opung menunjukkan adanya lapisan makna yang kompleks. Misalnya, tuturan Mami sering kali bersifat keras dan langsung, namun di baliknya tersimpan kekhawatiran dan kasih sayang terhadap anaknya. Secara naratif, dialog dalam film ini juga menjadi alat pendorong konflik dan penyelesaian cerita. Melalui pertukaran ujaran, penonton dapat mengikuti perkembangan hubungan antara tokoh yang awalnya penuh jarak menjadi lebih terbuka dan penuh pemahaman. Dari segi pragmatik, dialog-dialog tersebut memperlihatkan adanya penggunaan bahasa yang natural, kontekstual, dan mencerminkan kebiasaan bertutur masyarakat Batak. Kalimat-kalimat yang lugas, ekspresif, dan terkadang kasar menunjukkan bentuk komunikasi yang realistis dalam konteks budaya lokal. Hal ini sekaligus memperkuat daya autentik film sebagai karya sinematik yang tidak hanya menceritakan kisah keluarga, tetapi juga menampilkan potret sosial masyarakat dengan segala kompleksitasnya. Secara keseluruhan, analisis dialog dalam film Tulang Belulang Tulang menegaskan bahwa bahasa dalam film bukan sekadar medium komunikasi, melainkan medium ekspresi budaya, emosi, dan konflik manusia. Dialog menjadi sarana utama yang menghidupkan tokoh, memperdalam alur, serta menciptakan kedekatan emosional antara penonton dan kisah yang ditampilkan. Melalui struktur dialog yang kaya makna dan simbolik, film ini berhasil merepresentasikan relasi keluarga yang penuh dinamika, sekaligus menggambarkan bagaimana komunikasi dapat menjadi sumber pertentangan maupun rekonsiliasi.