p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal CJPP
Maharani, Elsatiti Nadya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terjebak di Transisi: Menguak Peran Dukungan Sosial Sebagai Penyangga Stres Karier Pada QLC Mahasiswa Maharani, Elsatiti Nadya; Jaro’ah, Siti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1103-1113

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering kali berada pada titik kritis transisi menuju kedewasaan profesional yang memicu kecemasan mendalam. Fenomena Quarter Life Crisis (QLC) muncul sebagai bentuk tekanan emosional yang signifikan, namun pemahaman mengenai karakteristik spesifik dan cara mahasiswa psikologi mengatasinya masih perlu dieksplorasi lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manifestasi QLC, menganalisis faktor pemicu baik secara internal maupun eksternal, serta memetakan strategi koping yang diterapkan oleh mahasiswa Program Studi Psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang mahasiswa tingkat akhir yang sedang menempuh tugas akhir (skripsi) untuk mendapatkan gambaran fenomenologis yang komprehensif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa QLC dicirikan oleh "krisis ganda", yakni ketakutan akut akan kegagalan akademik yang beriringan dengan kebingungan visi hidup pasca-kampus. Faktor penyebab utama melibatkan kerentanan internal akibat pola kelekatan keluarga yang kurang stabil, serta tekanan eksternal berupa perbandingan sosial dan fenomena Fear of Missing Out (FoMO). Mahasiswa secara dominan menggunakan strategi koping berupa refleksi diri untuk pencarian jati diri serta mobilisasi dukungan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa QLC merupakan fase transformatif bagi pengembangan diri mahasiswa. Dukungan sosial memegang peranan vital sebagai penyangga (buffer) stres karier yang mampu meningkatkan resiliensi individu. Implikasi praktis dari temuan ini menekankan pentingnya penyediaan program mentoring karier dan penguatan dukungan emosional untuk memitigasi dampak krisis pada dewasa awal. Abstract Final-year students are often at a critical transition point toward professional adulthood, which frequently triggers profound anxiety. The Quarter-Life Crisis (QLC) phenomenon emerges as a significant form of emotional pressure; however, an in-depth understanding of its specific characteristics and the coping mechanisms employed by psychology students remains limited. This study aims to identify the manifestations of QLC, analyze both internal and external triggering factors, and map the coping strategies implemented by students within the Psychology Study Program. This research adopts a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were gathered through in-depth interviews with three final-year students currently completing their undergraduate theses to obtain a comprehensive phenomenological overview. The findings reveal that QLC is characterized by a "double crisis": acute academic fear regarding graduation coupled with a lack of vision for post-campus life. Primary triggers include internal vulnerabilities rooted in unstable family attachment patterns, as well as external pressures such as social comparison and the Fear of Missing Out (FoMO) phenomenon. Students predominantly utilize coping strategies involving self-reflection for self-discovery and the mobilization of social support. This study confirms that QLC serves as a transformative phase for student self-development. Social support plays a vital role as a buffer against career stress, effectively enhancing individual resilience. The practical implications of these findings emphasize the importance of providing systematic career mentoring programs and strengthening emotional support to mitigate the impact of the crisis during early adulthood.
Hubungan Antara Quarter Life Crisis dan Psychological Well-Being Pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Peran Self-Compassion Sebagai Mediator Maharani, Elsatiti Nadya; Santosa, Rizky Putra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1134-1143

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering kali berada pada fase transisi krusial yang memicu tekanan psikologis berupa Quarter-Life Crisis (QLC). Kondisi ini berisiko menurunkan kesejahteraan psikologis jika individu tidak memiliki mekanisme koping yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran Self-Compassion (SC) sebagai mediator dalam hubungan antara Quarter-Life Crisis terhadap Psychological Well-Being (PWB) pada mahasiswa tingkat akhir. Studi kuantitatif ini melibatkan 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen Developmental Crisis Questionnaire (DCQ-12), skala Psychological Well-Being 18 item, dan Self-Compassion Scale (SCS). Analisis data dilakukan dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM) melalui modul mediasi pada perangkat lunak JASP, dengan prosedur bootstrapping sebanyak 5000 replikasi untuk menguji efek tidak langsung. Temuan menunjukkan tidak adanya korelasi signifikan antara QLC dan PWB (r = 0,148; p = 0,208). Hasil uji mediasi mengonfirmasi bahwa Self-Compassion (SC) tidak berperan sebagai mediator dalam model ini, dengan nilai efek tidak langsung sebesar -0,002 (p = 0,902; 95% CI  [-0,066; 0,018]). Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh krisis terhadap kesejahteraan tidak dijembatani oleh belas kasih diri pada sampel tersebut.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme kesejahteraan psikologis mahasiswa di masa transisi bersifat multifaset dan tidak hanya bergantung pada satu faktor internal. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya evaluasi terhadap instrumen penelitian lokal serta pertimbangan faktor eksternal lainnya dalam merancang intervensi kesehatan mental mahasiswa. Abstract Final-year students often navigate a critical transitional phase that triggers psychological pressure known as Quarter-Life Crisis (QLC). This condition poses a risk to psychological well-being if individuals lack effective coping mechanisms. This study aims to investigate the role of Self-Compassion (SC) as a mediator in the relationship between Quarter-Life Crisis and Psychological Well-Being (PWB) among final-year students. This quantitative study involved 74 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Developmental Crisis Questionnaire (DCQ-12), an 18-item Psychological Well-Being scale, and the Self-Compassion Scale (SCS). Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) via the mediation module in JASP, employing a 5000-replication bootstrapping procedure to test the indirect effects. The findings revealed no significant correlation between QLC and PWB (r = 0.148; p = 0.208). The mediation analysis confirmed that Self-Compassion (SC) did not act as a mediator in this model, with an indirect effect value of -0.002 (p = 0.902; 95% CI [-0.066, 0.018]). This indicates that the impact of crisis on well-being is not bridged by self-compassion within this sample. This study concludes that the psychological well-being mechanisms of students during transition are multifaceted and do not rely solely on a single internal factor. The implications of this research emphasize the need for evaluating local research instruments and considering other external factors when designing student mental health interventions.