Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DAN DRILL PADA PEMBELAJARAN KALIGRAFI DI TPA ASJADI DARUSSA’DAH BIREUEN Yus, Sulhan; Purnama, Cut Bulan; Khaira, Nadiatul; Faradhila, Faradhila; Jannah, Miftahul
AN-NUR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2025): AN-NUR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Yayasan An-Nur Meunara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/an-nur.v1i3.21

Abstract

The ability to write Arabic writing or calligraphy is a must to be mastered by every Muslim. However, in reality, the science of calligraphy is only mastered by a small group of Muslims. This study aims to introduce the science of calligraphy to santri at TPA Asjadi Darussa'dah Bireuen. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation and documentation. The data were then analyzed through data collection, data reduction, and presentation of conclusions. The results showed that the demonstration and drill methods were effective in teaching calligraphy to the students of TPA Asjadi Darussa'dah Bireuen. This can be seen from the number of students who have mastered the writing of single hijaiyah letters in khat naskhi style, out of 39 students, 28 of them have the ability to recognize and write hijaiyah letters in the form of khat naskhi. Of course, this is a positive trend, considering the very small number of meetings. This result is proof that the demonstration and drill methods are feasible and suitable to be applied in calligraphy learning.
MENEGOTIASIKAN KEADILAN GENDER: STUDI KOMPARATIF HERMENEUTIKA Q.S. AN-NISA’ [4]: 34 ANTARA TAFSIR AL-MANAR DAN TAFSIR AL-MISHBAH Maqfirah, Siti; Purnama, Cut Bulan
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 2 No. 1 (2026): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v2i1.123

Abstract

Diskursus mengenai relasi gender dalam Islam sering kali berpusat pada penafsiran Q.S. An-Nisa’ [4]: 34, khususnya pada term qawwamun dan faddhalallah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma hermeneutika gender dengan membandingkan Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida dengan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan pendekatan hermeneutika filosofis, penelitian ini menemukan bahwa: (1) Al-Manar merepresentasikan semangat reformisme awal yang mencoba merasionalkan kepemimpinan laki-laki berdasarkan fungsi sosiologis dan ekonomi, namun tetap mempertahankan kerangka hierarkis; (2) Al-Mishbah melakukan kontekstualisasi yang lebih cair dengan menekankan bahwa qawwamun bukanlah keunggulan substansial (zati), melainkan keunggulan fungsional yang bisa berubah sesuai situasi dan kondisi; (3) Perbedaan ini dipengaruhi oleh latar belakang sosial-politik penafsir, di mana Abduh berhadapan dengan kolonialisme dan tuntutan modernitas Mesir, sementara Quraish Shihab merespons dinamika keindonesiaan yang lebih inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keadilan gender dalam tafsir modern mengalami evolusi dari "kesetaraan rasional" menuju "kemitraan kontekstual."