Saher, Rayma S.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Lintas Negara untuk Kemajuan Pendidikan: Inisiatif Indonesia-Filipina untuk Mendorong Pengajaran Kreatif di Zamboanga Listyasari, Winda Dewi; Rosyidi, Unifah; Fuad, Nurhattati; Fadholi, Muhammad; Mestika, Gelar Gelora; Saher, Rayma S.
Bahasa Indonesia Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.223.1

Abstract

Cross-border educational partnerships play a crucial role in enhancing teaching quality, particularly in regions facing structural challenges and limited resources. This article outlines the results of a collaborative community service program between Universitas Negeri Jakarta (Indonesia) and Western Mindanao State University (Philippines), aimed at improving the pedagogical capacity of madrasah teachers in Zamboanga, Southern Philippines. Addressing the prevalence of fixed mindsets and reliance on conventional teaching methods, the program adopted a participatory action framework with a two-pronged intervention: (1) fostering a creative mindset and (2) equipping teachers with innovative and contextual teaching methods. Through a series of workshops, mentoring, and pre/post-test evaluations, the program demonstrated significant change. The program findings reveal that transforming the teachers' mindset was an essential foundation for the adoption of practical skills. Teachers not only showed a significant increase in conceptual understanding (85%) but also demonstrated the ability to design creative lesson plans (>80%) by maximizing local resources. This program proves that an approach focused on psychological empowerment and adaptive practical skills can effectively transform teachers into resilient agents of innovation in their communities, with significant implications, including the need for continued collaboration with local partners (WMSU) to establish a Community of Practice and policy advocacy to educational stakeholders to ensure the sustainability of interventions and curriculum adaptation to meet regional educational dynamics.   Abstrak Kemitraan pendidikan lintas negara memegang peran krusial dalam meningkatkan kualitas pengajaran, terutama di wilayah dengan tantangan struktural dan sumber daya terbatas. Artikel ini menguraikan hasil dari program pengabdian masyarakat kolaboratif antara Universitas Negeri Jakarta (Indonesia) dan Western Mindanao State University (Filipina), yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru madrasah di Zamboanga, Filipina Selatan. Menghadapi masalah berupa dominasi pola pikir statis (fixed mindset) dan ketergantungan pada metode mengajar konvensional, program ini mengadopsi kerangka kerja tindakan partisipatif dengan intervensi dwicabang: (1) membangun pola pikir kreatif (creative mindset) dan (2) membekali guru dengan metode pembelajaran inovatif yang kontekstual. Melalui serangkaian lokakarya, pendampingan, dan evaluasi pre-test/post-test, program ini berhasil menunjukkan perubahan signifikan. Temuan program mengungkapkan bahwa transformasi pola pikir guru menjadi fondasi esensial yang memungkinkan adopsi keterampilan praktis. Para guru tidak hanya menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual (85%), tetapi juga kemampuan untuk merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kreatif (>80%) dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal. Program ini membuktikan bahwa pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan psikologis dan keterampilan praktis yang adaptif dapat secara efektif mengubah guru menjadi agen inovasi yang tangguh di lingkungan mereka , dengan implikasi penting, termasuk perlunya kolaborasi lanjutan dengan mitra lokal untuk membentuk Komunitas Praktisi dan advokasi kebijakan kepada pemangku kepentingan pendidikan untuk menjamin keberlanjutan intervensi dan adaptasi kurikulum untuk memenuhi dinamika pendidikan regional.