Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pendidik menurut Imam al-Ghazali serta relevansinya dalam pendidikan Islam dan konteks pendidikan kontemporer. Kajian difokuskan pada pandangan al-Ghazali mengenai kedudukan pendidik, landasan spiritual dan moral menjadi guru, tugas dan etika pendidik, serta karakter pendidik yang baik dan yang harus dihindari. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur library research dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari karya-karya utama Imam al-Ghazali, khususnya Ihya Ulumiddin, serta buku, kitab, dan literatur pendukung yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap konsep dan prinsip pendidikan yang dikemukakan al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Ghazali memandang pendidik sebagai profesi yang sangat mulia karena berperan dalam pembinaan hati, akhlak, dan kepribadian peserta didik. Pendidik tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan teladan moral. Al-Ghazali menekankan pentingnya niat ikhlas, kesucian hati, pengamalan ilmu, serta kesesuaian metode dengan tingkat pemahaman murid. Delapan prinsip etika pendidik yang dirumuskannya menjadi pedoman dalam membentuk karakter guru ideal. Penelitian ini merekomendasikan pemikiran al-Ghazali sebagai rujukan dalam pengembangan dan pembinaan pendidik agar tercapai keseimbangan antara kompetensi profesional dan integritas spiritual. Kata kunci: Imam al-Ghazali, pendidik, pendidikan Islam, etika pendidik