Arif, Muhammad Dasril
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Orientalis dan Oksidentalisme Secara Geografis, Etnologis, Kultural, dan Metodologik Ramadhan, Muhammad Gilang; Ritonga, Rika Amalia; Arif, Muhammad Dasril; Sulidar, Sulidar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/f6w2pr54

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis secara mendalam perbedaan antara Orientalisme dan Oksidentalisme berdasarkan empat aspek utama, yaitu geografis, etnologis, kultural, dan metodologik. Analisis ini dimaksudkan untuk menitikberatkan pada bagaimana kedua pandangan tersebut membentuk pola hubungan antara Timur dan Barat dalam memahami peradaban serta pengaruhnya terhadap perkembangan studi Alquran dan Tafsir. Orientalisme lahir di Barat dengan semangat ilmiah dan rasional yang sering kali disertai bias kolonial serta dominasi kultural. Sebaliknya, Oksidentalisme berkembang di Timur sebagai respons reflektif terhadap hegemoni Barat dengan menonjolkan nilai spiritualitas, keaslian budaya, dan keseimbangan intelektual. Pembahasan ini juga dihubungkan dengan nilai-nilai universal Alquran sebagaimana tercermin dalam QS. al-Ḥujurāt [49]:13, QS. ar-Rūm [30]:22, QS. al-Ḥadīd [57]:20, dan QS. an-Naḥl [16]:125 yang menegaskan pentingnya saling mengenal, menghargai perbedaan, dan berdialog dengan hikmah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan etnografi dan studi kepustakaan, melalui penelaahan literatur klasik dan kontemporer dari tokoh-tokoh seperti Edward Said, Hassan Hanafi, Seyyed Hossein Nasr, dan Ismail Raji al-Faruqi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Orientalisme menekankan objektivitas ilmiah dan analisis empiris dengan sudut pandang luar, sedangkan Oksidentalisme berupaya membangun pemahaman dari dalam yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Novelti atau keunikan analisis yang sangat signifikan ini terletak pada keterpaduan antara kajian akademik Orientalisme-Oksidentalisme dengan perspektif normatif Alquran, yang memandang perbedaan keduanya bukan sebagai pertentangan, melainkan sebagai peluang untuk menciptakan dialog peradaban yang berkeadilan, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.
Peran KUA dalam Penguatan Ketahanan Keluarga di Masyarakat Modern (Studi Implementasi Nilai Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah QS. Ar-Rum [30]: 21) Arif, Muhammad Dasril; Hanan, Muhammad Rifki; Ahmad, Kafi Khadafi; Purnawati, Mala; Trisia, Adelia; Handayani, Nurul; Handayani, Rizka; Nasution, Muhammad Ali Azmi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam penguatan ketahanan keluarga di masyarakat modern melalui implementasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagaimana terkandung dalam QS. Ar-Rum [30]: 21. Ruang lingkup kajian difokuskan pada fungsi edukatif dan preventif KUA, khususnya melalui program bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga yang dilaksanakan di tingkat kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi selama kegiatan magang, wawancara dengan aparatur KUA, serta studi dokumentasi terhadap program dan regulasi terkait pembinaan keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa KUA memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, peningkatan kesiapan calon pengantin, serta upaya preventif terhadap konflik rumah tangga. Namun demikian, efektivitas program masih dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat. Novelty penelitian ini terletak pada pengintegrasian pendekatan normatif Al-Qur’an dengan data empiris hasil magang, sehingga memberikan gambaran kontekstual tentang implementasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam praktik kelembagaan KUA di masyarakat modern.