Hama penggulung daun pisang Erionota thrax Linnaeus merupakan salah satu hama utama tanaman pisang. Salah satu upaya pengendalian yang berkelanjutan adalah melalui pemanfaatan parasitoid sebagai musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi parasitoid yang berasosiasi dengan larva E. thrax, menghitung nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, dominansi, dan kekayaan jenis, serta menentukan kelimpahan relatif dan tingkat parasitisasinya pada agroekosistem pisang di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan pengamatan laboratorium. Sebanyak 135 sampel larva berhasil dikoleksi dari 10 titik pengamatan menggunakan metode transek pada Mei-Agustus 2025. Hasil penelitian menemukan delapan spesies parasitoid, yaitu Cotesia erionotae, Meteorus sp., Brachymeria thracis, Brachymeria lasus, Pediobius sp. nr. elasmi, Tetrastichus sp., Tachinidae sp.1, dan Tachinidae sp.2. Kelimpahan relatif tertinggi diperoleh pada Tetrastichus sp. (25,45%) dan terendah pada Pediobius sp. nr. elasmi (1,06%). Indeks keanekaragaman (1,80) dan kemerataan (0,86) tergolong sedang, sedangkan dominansi (0,18) dan kekayaan jenis (1,23) tergolong rendah. Tingkat parasitisasi total mencapai 42,96% dengan tertinggi pada Tachinidae sp.1 (22,96%) dan terendah pada Pediobius sp. nr. elasmi (0,74%). Temuan Pediobius sp. nr. elasmi, Tetrastichus sp., dan Meteorus sp. merupakan catatan baru (new record) parasitoid E. thrax di Indonesia, sehingga dapat memperkaya data keanekaragaman musuh alami serta menjadi dasar strategi pengendalian hayati hama penggulung daun pisang di Lombok Timur.