Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ukuran Defek dan Panjang Total Septum Atrium dalam Pengambilan Keputusan Ukuran Device ASD Closure di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2021–2023 Margaretha, Glory; Muhammad Riza; Bagus Artiko
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1709

Abstract

Pendahuluan: Defek septum atrium/Atrial Septal Defect (ASD) adalah kondisi yang menyebabkan adanya pertemuan antara dua atrium yang membuat darah mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan (left-to-right shunt). Tindakan penutupan ASD yang saat ini menjadi lini pertama adalah prosedur penutupan ASD perkutan dengan transkateter dan penentuan ukuran device yang akan digunakan harus tepat karena menjadi kunci keberhasilan dari prosedur ini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device yang akan digunakan dalam prosedur ASD closure. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik observasional dengan desain penelitian lintas bagian retrospektif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 59 individu yang diambil dengan  metode total sampling. Penelitian ini mengambil data primer dari rekam medis pasien dan diolah dengan bantuan aplikasi SPSS. Uji korelasi yang digunakan adalah Uji korelasi Pearson dan Spearman’s Rho, lalu hasil akan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil: Penelitian ini menggambarkan bahwa ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure memiliki korelasi yang kuat, linear, positif, dan signifikan di mana semakin besar ukuran defek dan panjang total septum atrium maka semakin besar juga ukuran device yang dipilih. Kesimpulan: Ukuran defek dan panjang total septum atrium sudah konsisten dan sesuai dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure.
Aksi Berantas Sarang Nyamuk di Daerah Endemis Desa Kragilan, Mojosongo, Boyolali Sari, Yulia; Hanifah, Zahra Nurul; Istiqomah, Adila Putri; Mariska, Fisidea; Asmara, Yusuf Vindra; Nugraha, Agustinus Adi; Gunawan, Samuel Christian; Putra, Sandi Permana; Permatasari, Regita Ayu; Margaretha, Glory; Dani, Ali Rofiq Khizna
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.93093

Abstract

Pendahuluan: Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan melalui pendekatan paradigma kesehatan. Di Desa Kragilan, yang merupakan daerah endemis demam berdarah, mahasiswa KKN kedokteran dalam rangka meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa “Pemberantasan Sarang Nyamuk” untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakatMetode: Kegiatan ini dilakukan sebanyak 3 kali pada tanggal 20-22 Juli 2024 pada setiap rumah di RT Jetis, Sidorejo, dan Bibisari Desa Kragilan. Rumah yang didatangi di RT Jetis sebanyak 50 rumah, RT Sidorejo sebanyak 25 rumah, dan RT Bibisari sebanyak 40 rumah. Sosialisasi dilakukan menggunakan poster mengenai demam berdarah secara umum dan upaya pencegahan dengan metode 3M (Menutup, Menguras, Mengubur). Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan bak mandi dan genangan air serta penyerahan abate pada akhir kegiatan.Hasil dan pembahasan: Kegiatan “Pemberantasan Sarang Nyamuk” pada 20-22 Juli 2024 mencakup 40 rumah per RT. Mahasiswa KKN dan kader jumantik memeriksa jentik nyamuk di bak dan genangan air, memberikan abate, dan memberikan edukasi terkait penggunaannya serta pentingnya menguras bak mandi. Warga dan kader antusias, tetapi ada kendala karena beberapa warga menolak kunjungan dengan alasan privasi, sehingga beberapa rumah tidak diperiksa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menambah pengetahuan masyarakat terkait pencegahan demam berdarah.Kesimpulan: Kegiatan “Pemberantasan Sarang Nyamuk” meningkatkan kesadaran khususnya masyarakat Desa Kragilan  mengenai penyakit Demam Berdarah, baik itu gejala, faktor risiko, dan cara pencegahan serta menambah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit Demam Berdarah.