Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kelelahan pada Pasien yang Menjalani Terapi Hemodialisa Purwanto, Erwin; Maryadi, Maryadi; Sartika, Sartika; Ayun R. Yusuf, Nur
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i2.273

Abstract

Fatigue is one of the most common complaints experienced by patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. This condition is chronic and recurrent and can reduce the patient's ability to perform daily activities. One way to manage fatigue is through progressive muscle relaxation therapy. This study aimed to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on fatigue levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. This study used a pre-experimental design with a one-group pre-post test design. The sample size was 24 respondents. Fatigue levels were measured using the Numeric Rating Scale-Fatigue (NRS-F) before and after the intervention. The results showed a decrease in the average fatigue score from 5.00 before the intervention to 3.00 after the intervention, with a p-value of 0.041 (<0.05), indicating a significant difference before and after progressive muscle relaxation therapy. conclusion, progressive muscle relaxation therapy has been proven effective in reducing fatigue levels in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis.
LANSIA AKTIF DAN DESA PRODUKTIF: PEMBERDAYAAN LANSIA HIPERTENSI MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN PEMANFAATAN OBAT HERBAL Zainuddin; Nisyar Sy Abd Azis, Moh; Ayun R. Yusuf, Nur; Hunowu, Sri Yulian
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.516

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang umum dialami oleh lansia. Berdasarkan data di Kemenkes (2019) prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Indonesia sebesar 45,9% pada umur 55 – 64 tahun, 57,6% umur 65 – 74 tahun dan 63,8% umur >75 tahun, termasuk di Kota Gorontalo dengan prevalensi mencapai 29,0%. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo, di desa Pulubala, metode yang digunakan adalah metode ceramah melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang mencakup penyuluhan, demonstrasi senam hipertensi.Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku lansia. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan lansia. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana pada pretest terdapat 10 responden (83,3%) dengan skor ≤65 dan hanya 2 responden (16,7%) dengan skor >65. Setelah post test, 11 responden (91,7%) memperoleh skor >65 dan hanya 1 responden (8,3%) yang masih berada pada kategori ≤65. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai hipertensi. Program ini penting sebagai model pemberdayaan lansia dalam upaya promotif dan preventif kesehatan, serta dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh desa dalam mewujudkan lansia aktif dan desa produktif SUZUYATOGEL.