Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI BILANGAN BULAT KELAS VI MIS ISLAMIYAH SEI SILAU TIMUR Diana, Diana; Amalia, Suci; Panjaitan, Zulfiqri; Anim, Anim
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4949

Abstract

Abstract: Essentially, students, especially those in elementary school, must possess strong mathematical problem-solving skills. Mathematical problem-solving skills are essential because they positively impact their lives, such as managing diverse challenges. The purpose of this study was to analyze elementary school students' mathematical problem-solving abilities using a qualitative descriptive research method. However, this study employed a case study approach. Written tests were used to collect data. The subjects were 21 sixth-grade students at MIs Islamiyah Sei Silau Timur. The results of the study indicated that 7 students, or 33%, had low understanding, 5 students, or 54%, had moderate understanding, and 9 students, or 93%, had high understanding. Based on these results, students with low ability have not been able to solve integer operation problems well, so they need direction in solving the problems. Keywords: Problem-solving, Students Abstrak: Pada dasarnya peserta didik terutama ketika berada di tingkatan sekolah dasar, harus memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat dibutuhkan karena memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka seperti mengelola permasalahan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan peserta didik sekolah dasar dalam memecahkan masalah matematis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tetapi dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan merupakan studi kasus. Tes tertulis kami gunakan untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI Mis Islamiyah Sei Silau Timur dengan jumlah 21 peserta didik. Hasil penelitian perolehan pemecahan masalah matematis yaitu 33% atau 7 peserta didik termasuk kedalam kategori dengan tingkat pemahaman yang rendah , 24% atau 5 peserta didik dengan tingkat pemahaman sedang, serta 43% atau 9 peserta didik dengan tingkat pemahaman tinggi. Berdasarkan hasil ini maka peserta didik dengan kemampuan rendah belum mampu menyelesaikan soal operasi bilangan bulat dengan baik, sehingga memerlukan arahan dalam penyelesaian soal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Peserta didik
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA SEMESTER V-B PENDIDIKAN MATEMATIKA MATERI DISTRIBUSI SATU PEUBAH ACAK Dewi, Muthia; Amalia, Suci; Diana, Diana; Lubis, NurHikmah; Ananda, Eliza Dwi; Pulungan, Chaliza Shabina; Panjaitan, Zulfiqri; Putri, Arfika; Al-Hafizah, Yurinda Vilga; Rahmadani, Dila Oktapia
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5720

Abstract

Pada dasarnya mahasiswa seharusnya sudah memiliki kemampuan pemecahan masalah karena sejak menjadi peserta didik terutama ketika berada di tingkatan sekolah dasar, harus memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat dibutuhkan karena memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka seperti mengelola permasalahan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal distribusi satu peubah acak. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V-B Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Asahan tahun ajaran 2025/ 2026 berjumlah 9 orang. Instrumen penelitian menggunakan 4 soal sesuai dengan jumlah indikator pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan rendah 22% yaitu 2 orang, sedang 45% yaitu 4 orang dan tinggi 33% yaitu 3 orang. Berdasarkan hasil ini maka mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu menyelesaikan soal distribusi satu peubah acak dengan baik, sehingga menandakan kurangnya pemahaman dan penguasaan mahasiswa terhadap konsep yang telah disampaikan.