Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Bermain (Play Therapy) dan Edukasi Bencana untuk Mengatasi Kecemasan pada Anak Korban Banjir Bandang Pasca Bencana di Pidie Jaya Rahmi, Hayatun; Iqbal; Saputri, Yuni; Wardani, Vera; Murliana; Fahrizal; Syafriadi; Meutia, Cut Dara; Maizan, Rafdia; Almira, Jihan; Salsabila, Nadia; Ismayani, Susi
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v4i1.799

Abstract

Banjir bandang di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, berdampak serius terhadap kondisi emosional anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan mendukung pemulihan psikologis anak melalui penerapan terapi bermain (play therapy) dan edukasi kebencanaan berbasis pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan oleh tim FKIP Unigha dari Prodi PPKn, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Prodi Sejarah, dengan aktivitas seperti menggambar, dongeng edukatif, dan permainan kelompok. Hasil pendampingan menunjukkan penurunan kecemasan melalui perubahan ekspresi emosi, peningkatan keberanian sosial, dan tema gambar yang lebih positif. Pendekatan interaktif juga meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepercayaan diri. Edukasi mitigasi bencana membantu anak memahami risiko banjir dan strategi penyelamatan diri, sehingga memperkuat kesiapsiagaan mereka. Kegiatan turut memperkuat keterlibatan komunitas melalui dukungan keluarga dan kolaborasi lokal.
Figurative language in ritual verse: Linguistic and cultural perspective on Syair Manoe Pucok Nofiana, Nofiana; Nurjannah, Nurjannah; Rahmi, Hayatun; Almira, Jihan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.42190

Abstract

Syair Manoe Pucok is a key part of the Manoe Pucok purification ceremony. It serves both as a form of art and as an expression of parental care, offering moral lessons to the younger generation. However, despite its importance, the linguistic and stylistic aspects of this syair have received little scholarly attention. This study, therefore, aims to analyze the types of figurative language used in Syair Manoe Pucok and to interpret their cultural and pedagogical meanings. Employing a mixed-method approach, the research integrates linguistic-stylistic analysis with ethnographic interpretation. Data were collected from authentic syair lyrics performed by cultural practitioners in Aceh Barat Daya, supported by semi-structured interviews. The procedures included transcription, translation, coding of figurative expressions, stylistic analysis of poetic structures, and cultural interpretation validated through triangulation. The findings reveal four types of figurative language: symbolism (65%), metaphor (20%), hyperbole (10%), and personification (5%), with symbolism dominating the discourse. These stylistic devices function as more than decorative language; they embody purification, blessings, and parental counsel, reinforcing communal identity and moral values. In conclusion, Syair Manoe Pucok emerges as both an aesthetic expression and an educational medium, sustaining cultural continuity while strengthening spiritual and emotional bonds within Acehnese society.