Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Banyumas selain ikan gurami dan lele. Nila mudah dibudidayakan, kemampuan hidup tinggi, pertumbuhan cepat dengan ukuran badan besar. Nila memiliki nilai ekonomis tinggi, digemari masyarakat, rasanya khas, dagingnya padat, tidak banyak duri, mudah diolah. Nila mengandung protein 17,5%, lemak 4,7%, dan air 74,8%. Minasari merupakan salah satu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang ada di Desa Purwosari, Baturaden, Banyumas yang membudidayakan ikan nila secara intensif, yaitu dengan penggunaan kincir dan pelet pabrikan sehingga kapasitas produksi perkolam meningkat 3-4 kali lipat atau mencapai 800-1000 kg. Jumlah produksi ini ternyata belum bisa langsung diserap oleh pasar masih sering terjadi keterlambatan panen yang menyebabkan banyak kerugian: waktu pemeliharaan jadi lebih lama, biaya pakan bertambah dan kematian ikan meningkat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota pokdakan Minasari dalam pengolahan pascapanen produk budidaya perikanan yaitu pembuatan bakso dan nugget yang sehat, enak dan bergizi tinggi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra ini diharapkan menjadi salah satu solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan berupa pemaparan materi, diskusi dan praktik serta dilengkapi dengan pretest, post-test dan evaluasi kepuasan peserta. Berdasarkan nilai hasil pretest (78,039 ± 5,659), post-test (94,510 ± 5,393), t (18) -8,77 dan P value sebesar 1,506 x 10-10 ( 0,05) dan kepuasan peserta sebesar 88% sangat puas. Dengan demikian kegiatan pelatihan pengolahan pascapanen hasil budidaya perikanan pembuatan nugget dan bakso telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan dan peserta merasa sangat puas.