Qaulika, Lola Lubna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Populasi dan Pengendalian Udang Rebon sebagai Hama Kompetitor di Tambak Bandeng Tradisional Cemara Indah, Clering Hibban, Muhammad Ibnu; Saefudin, Ahmad; Mufidatin, Luluk; Romadhon, Saifullah Yusuf; Fauziah, Nurul Apris; Qaulika, Lola Lubna; Inayah, Anissatun; Roekhanafi, Dafit; Gunawan, Indra; Nurullah, Akhyar; Trisnawan, Imam Maulana; Mudrikah, Devi; Sofi, Nabilatus; Hakim, Muhammad Lukmanul; Aslorida, Bella Oktania; Ardhicaraka, Irvan Zaelana; Hidayanti, Ayuk
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.24828

Abstract

Budidaya bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional menghadapi tantangan ekologis yang berdampak pada produktivitas. Mitra kegiatan, kelompok tambak Cemara Indah di Desa Clering, mengalami masalah utama berupa kepadatan tinggi udang rebon (Acetes sp.) akibat sistem filtrasi air yang kurang memadai. Udang rebon berperan sebagai kompetitor dalam memanfaatkan pakan alami sehingga menekan pertumbuhan bandeng. Keberadaan hama kerang semakin memperburuk kondisi lingkungan dengan meningkatkan sedimentasi dan menurunkan kualitas dasar tambak. Di sisi lain, harga pakan komersial yang tinggi menjadi kendala tambahan bagi petambak tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penghambat tersebut serta merumuskan strategi pengendalian yang efektif. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, identifikasi organisme pengganggu, pengukuran parameter kualitas air, eksperimen pemeliharaan, serta wawancara dengan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingginya populasi udang rebon berbanding lurus dengan rendahnya laju pertumbuhan bandeng, sementara hama kerang menambah tekanan ekologis. Strategi pengendalian yang diterapkan berupa pemasangan filter alami pada saluran pemasukan air, penerapan bioflok sederhana, dan pemanfaatan pakan alternatif berbasis bahan lokal. Intervensi tersebut terbukti mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen. Dengan demikian, kegiatan ini menegaskan pentingnya pendekatan ekologis dan ekonomis untuk mendukung keberlanjutan tambak bandeng tradisional.