Affrillia, Naswa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH OLAHRAGA ADAPTIF TERHADAP KEMAMPUAN FISIK ANAK SLOW LEARNER Pratama, Rona Agil; Ivan, Ade; Affrillia, Naswa; Wijaya, Habibi Hadi; Kusumaningtyas, Avinda Rizki
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v8i1.36167

Abstract

Anak slow learner memiliki keterbatasan dalam kecepatan pemrosesan informasi yang berdampak pada perkembangan kemampuan fisik, sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran jasmani yang sederhana, terstruktur, dan berulang. Olahraga adaptif menjadi salah satu alternatif untuk menstimulasi kemampuan fisik dasar anak slow learner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh olahraga adaptif terhadap kemampuan fisik anak slow learner yang meliputi motorik kasar, koordinasi, keseimbangan, dan daya tahan sederhana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 6 siswa slow learner berusia 10–13 tahun di SLBN 1 Karawang. Program olahraga adaptif dilaksanakan dalam dua sesi pertemuan melalui permainan gerak dasar, seperti lempar–tangkap bola, berjalan rintangan, dan latihan keseimbangan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi skala empat tingkat dan dianalisis dengan membandingkan hasil pengukuran antarpertemuan. Berdasarkan hasil uji one-sample t-test, kemampuan fisik pada hari ke-1 dan hari ke-2 berbeda signifikan dari nilai pembanding (p 0,05). Nilai t meningkat dari 12,649 pada hari ke-1 menjadi 41,079 pada hari ke-2, disertai kenaikan mean difference dari 5,333 menjadi 15,000. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga adaptif secara signifikan meningkatkan kemampuan fisik peserta, dengan efek yang semakin kuat pada pengukuran hari ke-2. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga adaptif efektif meningkatkan kemampuan fisik anak slow learner. Dengan demikian, olahraga adaptif dapat diterapkan sebagai pendekatan pembelajaran jasmani yang aplikatif dan mendukung pengembangan fisik anak slow learner di sekolah inklusi.
Contribution of Anaerobic Capacity to 100 Meter Sprint Performance in Karawang Athletics Athletes Affrillia, Naswa; Rahmat, Willdan Demexsi; Amar, Muhammad; Setiawan, Muhammad Arief; Rahayu, Selvia
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2026): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) (In Progress)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v9i2.2661

Abstract

This study aims to analyze the relationship and contribution of anaerobic capacity to 100-meter sprint speed in track and field athletes in Karawang Regency. The study used a quantitative design with a correlational approach. The subjects consisted of 10 sprint athletes selected using a purposive sampling technique. Anaerobic capacity was measured using the Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST) which produces indicators of peak power, mean power, and fatigue index, while sprint performance was measured through a 100-meter run test. Data analysis used the Pearson correlation test and simple linear regression. The results showed that peak power had a strong and significant negative relationship with sprint time (r = -0.71; p = 0.02), while mean power showed a moderate negative relationship (r = -0.65; p = 0.03). Fatigue index had a moderate positive relationship (r = 0.59; p = 0.04). Regression analysis showed that anaerobic capacity was able to explain approximately 50% of the variation in sprint performance (R² = 0.50). A sample size analysis using the G*Power approach demonstrated that the study's sample size met the minimum threshold for a correlation test with adequate test power. In conclusion, anaerobic capacity significantly contributes to 100-meter sprint performance. The practical implication of this study is the importance of training programs that focus on increasing explosive power and anaerobic capacity to enhance athlete performance.