Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEXUAL BEHAVIOR, KNOWLEDGE LEVEL, AND CONDOM USE AMONG MSM AND TRANSGENDER COMMUNITIES IN BAUBAU CITY : SEXUAL BEHAVIOR, KNOWLEDGE LEVEL, AND CONDOM USE Justin, Wa Ode Sitti; Anita, Anita; P, Sudirman; Ruslan, Winda Angraeni; J, Ahmad Amiruddin
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss2/317

Abstract

Background: The MSM (Men who have Sex with Men) and transgender communities are key populations at high risk for sexually transmitted infections (STIs), including HIV/AIDS. This vulnerability is driven by risky sexual behaviors, low consistency in condom use, as well as stigma and discrimination that hinder access to community-friendly healthcare services. Empirical data on these issues in Baubau City remain limited, making this study essential to provide a comprehensive overview. Methods: This study employed a quantitative descriptive survey method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 60 respondents, including 54 MSM and 6 transgender individuals, selected through purposive and snowball sampling techniques. Data were collected using a structured questionnaire measuring knowledge of HIV and STIs, risky sexual behaviors, and condom use. Descriptive statistics were used for data analysis. Results: The majority of respondents engaged in risky sexual behaviors, with 63% having more than one partner in the past six months, 92% having practiced anal sex, and 55% having engaged in transactional sex. Although 66.7% of respondents demonstrated a high level of knowledge about HIV and STIs, there remains a significant gap between knowledge and safe sexual practices. Consistent condom use during anal sex was reported by only 30% of respondents, and the use of water-based lubricants was similarly low. Conclusion: Risky sexual behavior remains prevalent among MSM and transgender communities in Baubau City despite relatively high knowledge levels. Condom and lubricant use is still inconsistent. Comprehensive education interventions, improved access to condoms and lubricants, and strengthened community-friendly healthcare services are necessary to promote safer sexual behaviors.
Pelatihan Fitur Macro Melalui Microsoft Excel Sebagai Media Penunjang Kinerja Masyarakat Arapa, Alman; J, Ahmad Amiruddin; Haryanto, Abel; Sinta, Niska Salsiani; Muzuh, Mega Ermasari; Wahyuni, Sri; Budiati, Waode Sitti; Sari, Selvi Mayang; Setyowati, Rika; Sarliadin, Sarliadin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/g66yxd02

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital di sektor kesehatan menuntut peningkatan kompetensi digital mahasiswa, khususnya pada Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pengelolaan data rekam medis yang semakin berbasis teknologi mengharuskan mahasiswa tidak hanya mampu melakukan input data, tetapi juga mengolah dan menyajikan data secara cepat, akurat, dan efisien. Microsoft Excel merupakan perangkat lunak yang umum digunakan dalam administrasi dan pengolahan data kesehatan, namun pemanfaatannya oleh mahasiswa masih terbatas pada fungsi dasar dan belum optimal. Salah satu fitur lanjutan yang dapat meningkatkan efisiensi kerja adalah Macro, yang berfungsi untuk mengotomatisasi pekerjaan berulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan fitur Macro Microsoft Excel sebagai media penunjang kinerja pengolahan data rekam medis. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan praktikum langsung di Laboratorium Komputer Politeknik Baubau, yang meliputi pengenalan konsep Macro, penggunaan Record Macro, serta penerapan studi kasus pengolahan data rekam medis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengotomatisasi pengolahan data, meningkatkan efisiensi kerja, serta mengurangi potensi kesalahan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang rekam medis dan informasi kesehatan.